TUGAS
PERANCANGAN STRUKTUR
JEMBATAN
3TA05
1.
Aji
Rilopambudi (11316447)
Depok, Maret 2019
Dosen Perancangan Struktur Jembatan
(I KADEK BAGUS WIDANA PUTRA)
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
Tugas
1
1.
Perencanaan konstruksi jembatan terdapat
beberapa syarat (pertimbangan) perencanaan jembatan yang layak, sebagai
berikut:
a. Letaknya
dipilih sedemikian rupa dari lebar pengaliran agar bentang bersih jembatan
tidak terlalu panjang.
b. Kondisi
dan parameter tanah dari lapisan tanah dasar hendaknya memungkinkan perencanaan
struktur pondasi lebih efesien.
c. Penggerusan
( scow-ing ) pada penampang sungai hendaknya dapat diantisipasi sebelumnya
dengan baik agar profil saluran di daerah jembatan dapat teratur dan panjang.
2.
Perencanaan konstruksi jembatan berpacu
pada peraturan-peraturan legal (SNI, dll), sebagai berikut:
a. SNI
2833:2008 Standar perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan
b. AASHTO
LRFD Bridge Design Specification, 2012
c. RSNI
2005, Standar Pembebanan untuk Jembatan
d. Peraturan
Muatan untuk Djembatan Djalan Raya, No. 12 / 1970, Direktorat Djenderal Bina
Marga
e. Guide
Specification and Commentary for Vessel Collision Design of Highway Bridges,
Volume I, Final Report, February 1991
3.
Bagian-bagian dari perencanaan
konstruksi jembatan, sebagai berikut:
Gambar 1.1 Bagian-bagian konstruksi
jembatan
a. Bangunan
Atas (super struktur), yang terdiri atas:
i.
Gelagar-gelagar utama (rangka utama),
yang terbentang dari titik tumpu ke titik tumpu lain. Gelagar-gelagar ini
terdiri dari batang diagonal, horizontal dan vertical yang membentuk rangka
utama dan terletak pada kedua sisi jembatan.
ii.
Gelagar melintang, berupa baja profil
yang terletak di bawah lantai kendaraan, gunanya sebagai pemikul lantai
kendaraan.
iii.
Lantai kendaraan, terletak di atas gelagar
melintang, biasanya terbuat dari kayu atau pasangan beton bertulang dan seluruh
lebar bagiannya digunakan untuk lalulintas kendaraan.
iv.
Lantai trotoar, terletak di pinggir
sepanjang lantai kendaraan dan digunakan sebagai tempat pejalan kaki.
v.
Pipa sandaran, terbuat dari baja yang
dipasang diantara tiang-tiang sandaran di pinggir sepanjang jembatan atau tepi
lantai trotoar dan merupakan pembatas dari kedua sisi samping jembatan.
vi.
Tinang sandaran, terbuat dari beton
bertulang atau baja profil dan ada juga yang langsung dipasang pada rangka
utama, gunanya untuk menahan pipa sandaran.
vii.
Rangka
1. Batang tepi atas
2. Batang tepi bawah
3. Batang diagonal
4. Batang vertikal (RBB, RBR)
5. Ikatan angin horizontal atas
6. Ikatan angin horizontal bawah
7. Diafragma
8. Gelagar melintang
9. Sambungan/pelat buhul/pelat pengisi
10. Baut/ las/ paku keling
11. Batang tengah (CH)
12. Pelat kopel
13. Ikatan angin melintang
14. Pengaku badang (stiffner)
viii.
Sistem gelagar, beton bertulang, beton
prategang, baja komposit.
1. Diafragma (beton)
2. Sambungan gelagar
3. Pelat pengaku (stiffner)
4. Pelat penguat (cover plate)
5. Diafragma baja Horizontal
6. Diafragma baja vertikal
7. Sambungan diafragma
b. Bangunan
bawah (sub structure), yang terdiri dari:
i.
Pondasi
1. Pondasi langsung
2. Pondasi sumuran
3. Tiang pancang
4. Tiang bor
ii.
Pilar, berfungsi untuk menyalurkan
gaya-gaya vertical dan horizontal dari bangunan atas pada pondasi.
1. Balok pondasi (pile cap bawah)
2. Pilar dinding/kolom
3. Dinding penahan tanah (kepala jembatan)
4. Balok kepala (pierhead)
5. Penunjang/pengaku (bracing)
6. Balok tiang (pile cap atas)
iii.
Pangkal (abutment), pangkal menyalurkan
gaya vertical dan horizontal dari bangunan atas pada pondasi dengan fungsi
tambahan untuk mengadakan peralihan tumpuan dari timbunan jalan pendekat ke
bangunan atas jembatan. Ada beberapa tipe dan jenis abutment, yaitu:
1. Tipe
gravitasi, kontruksi terbuat dari pasangan batu kali. Digunakan bila tanah
keras dekat dengan permukaan.
2. Tipe
T terbalik (kantilever), kontruksi terbuat dari beton bertulang, bentuknya
langsing sehingga dalam proses pembuatannya sangat mudah dari pada tipe-tipe
yang lain.
3. Tipe
dengan penopang, bentuknya kontruksinya sama dengan tipe kantilever tetapi ditambahkan penopang dibelakangnya,
yang berguna untuk melawan pengaruh tekanan tanah dan gaya angkat (bouyvancy).
4.
Bentuk-bentuk jembatan, sebagai berikut:
a. Berdasarkan
fungsinya, jembatan dapat dibedakan sebagai berikut.
i.
Jembatan jalan raya (highway bridge),
ii.
Jembatan jalan kereta api (railway
bridge),
iii.
Jembatan pejalan kaki atau penyeberangan
(pedestrian bridge).
b. Berdasarkan
lokasinya, jembatan dapat dibedakan sebagai berikut.
i.
Jembatan di atas sungai atau danau,
ii.
Jembatan di atas lembah,
iii.
Jembatan di atas jalan yang ada (fly
over),
iv.
Jembatan di atas saluran
irigasi/drainase (culvert),
v.
Jembatan di dermaga (jetty).
c. Berdasarkan
bahan konstruksinya, jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam :
i.
Jembatan kayu (log bridge),
ii.
Jembatan beton (concrete bridge),
iii.
Jembatan beton prategang (prestressed
concrete bridge),
iv.
Jembatan baja (steel bridge),
v.
Jembatan komposit (compossite bridge).
d. Berdasarkan
tipe strukturnya, jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain
:
i.
Jembatan plat (slab bridge),
ii.
Jembatan plat berongga (voided slab
bridge),
iii.
Jembatan gelagar (girder bridge),
iv.
Jembatan rangka (truss bridge),
v.
Jembatan pelengkung (arch bridge),
vi.
Jembatan gantung (suspension bridge),
vii.
Jembatan kabel (cable stayed bridge),
viii.
Jembatan cantilever (cantilever bridge).
- Perencanaan konstruksi jembatan terdapat beban-beban yang bekerja, sebagai berikut:
- aksi lingkungan
pengaruh yang timbul
akibat temperatur, angin, aliran air, gempa, dan penyebab-penyebab alamiah
lainnya
- balok eksterior
balok yang berada di
lokasi paling tepi pada jembatan
- balok interior
balok yang berada di
bagian dalam terhadap balok eksterior pada jembatan
- beban hidup
semua beban yang
berasal dari berat kendaraan-kendaraan bergerak/lalu lintas dan/atau pejalan
kaki yang dianggap bekerja pada jembatan
- beban khusus
beban yang merupakan beban-beban khusus untuk perhitungan tegangan pada
perencanaan jembatan
- beban lalu lintas
seluruh beban hidup,
arah vertikal dan horizontal, akibat aksi kendaraan pada jembatan termasuk hubungannya
dengan pengaruh dinamis, tetapi tidak termasuk akibat tumbukan
- beban mati
semua beban tetap yang
berasal dari berat sendiri jembatan atau bagian jembatan yang ditinjau,
termasuk segala unsur tambahan yang dianggap merupakan satu kesatuan tetap dengannya
- beban mati primer
berat sendiri pelat dan
sistem lainnya yang dipikul langsung oleh tiap-tiap gelagar jembatan
- beban sekunder
beban yang merupakan
beban sementara yang selalu diperhitungkan dalam perhitungan tegangan pada
setiap perencanaan jembatan
- beban tetap
beban dengan besaran
yang diasumsikan konstan selama konstruksi atau bervariasi dalam jangka waktu
yang panjang
- berat
gaya gravitasi yang
bekerja pada massa benda tersebut
- downdrag
fenomena penurunan
tanah relatif terhadap tiang pancang sehingga menyebabkan tanah yang
terdeformasi di sekitar tiang pancang cenderung menarik tiang pancang ke bawah
sehingga mengurangi daya dukung tiang
- faktor beban
pengali numerik yang
digunakan pada aksi nominal untuk menghitung aksi rencana
- faktor beban biasa
faktor beban yang
digunakan apabila pengaruh dari aksi rencana akan mengurangi keamanan
- faktor beban terkurangi
faktor beban yang
digunakan apabila pengaruh dari aksi rencana akan menambah keamanan
- jangka waktu aksi
perkiraan lamanya aksi
bekerja terhadap umur rencana jembatan
- lebar jalan
lebar keseluruhan dari
jembatan yang dapat digunakan oleh kendaraan, termasuk lajur lalu lintas, bahu
yang diperkeras, marka median dan marka yang berupa strip
- lever rule
metode analisis yang
menggunakan distribusi statika beban dengan asumsi tiap panel lantai merupakan
perletakan sederhana sepanjang gelagar kecuali pada gelagar eksterior
- mechanically stabilized earth (MSE)
konstruksi tanah yang
dibuat dengan perkuatan artifisial
- profil ruang bebas jembatan
ukuran ruang dengan
syarat tertentu yang meliputi tinggi bebas minimum jembatan tertutup, lebar
bebas jembatan, dan tinggi bebas minimum terhadap banjir
Nama : Aji Rilopambudi
Npm : 10316447
Kelas : 3TA05
Dosen : I Kadek Bagus Widana Putra
Hyperlink 1 : https://ftsp.gunadarma.ac.id/sipil/
Hyperlink 2 : https://www.gunadarma.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar