Rabu, 23 Januari 2019

Sistem Transportasi Udara dan Laut


MAKALAH
SISTEM TRANSPORTASI UDARA DAN LAUT



Disusun Oleh :
Aji Rilopambudi
(10316447)



FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah Penulisan dan Presentasi dengan lancar.
            Makalah Penulisan dan Presentasi mengenai Sistem Transportasi Udara dan Laut ini kami susun guna memenuhi tugas mata kuliah Penulisan dan Presentasi yang diberikan oleh Ibu Ellysa selaku dosen mata kuliah Penulisan dan Presentasi.
            Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada  Ibu Ellysa dosen mata kuliah Penulisan dan Presentasi yang telah memberikan penjelasan dan materi kepada saya.
            Namun makalah Penulisan dan Presentasi tentang Sistem Transportasi udara dan laut ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini.


















BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang
            Kebutuhan Transportasi merupakan kebutuhan turunan ( berasal demand ) akibat AKTIVITAS Ekonomi, sisial, Dan sebagainya. Dalam, kerangka makro-Ekonomi, Transportasi merupakan Tulang Punggung perekonomian pendidikan nasional, regional, Dan Lokal, BAIK di Perkotaan maupun di pedesaan. Harus diingat bahwa SISTEM Transportasi memiliki sifat SISTEM jaringan di mana kinerja pelayanan Transportasi Ulasan Sangat dipengaruhi Oleh Integrasi Dan keterpaduan Bandung.
            Indonesia merupakan `negara Kepulauan Yang memiki lebih bahasa Dari 17.000 Pulau Artikel Baru Sebanyak wilâyah 735,355 mil Persegi. Indonesia menempati peringkat keempat Dan Bahasa Dari 10 `negara berpopulasi terbesarnya di Dunia (sekitar 220 Juta jiwanya). Tanpa Sarana Transportasi Yang memadai Maka Akan Sulit untuk menghubungkan seluruh daerah adalah di Kepulauan inisial.
           Pada kesempatn ini yang mau dibahas adalah  Sarana Transportasi Yang ada di laut, memegang peranan vitaldalam ASPEK sisial Ekonomi melalui fungsi Distribusi ANTARA daerah adalah Satu Artikel Baru Yang Lain daerah adalah. Distribusi Barang, manusia, dll. Akan menjadi lebih mudah Dan CEPAT Bila Sarana Transportasi Yang ADA berfungsi sebagaimana mestinya sehingga dapat menjadi Transportasi salat Satu Sarana untuk mengintegrasikan berbagai wilâyah di Indonesia. Melalui Transportasi Penduduk ANTARA wilâyah Satu Artikel Baru wilâyah lainya dapat Ikut merasakan HASIL Produksi Yang rata maupun REVENUES Pembangunan Yang ADA.
            Skala Ekonomi ( skala ekonomi ), lingkup Ekonomi ( ekonomi lingkup ), Dan keterkaitan ( keterkaitan ) harus menjadi pertimbangan Tetap Dalam, pengembangan otonomi daerah adalah Transportasi Dalam, kerangka waktu desentralisasi Dan Yang kerap didengungkan Akhir-Akhir INI. Ada Satu kata kunci inisial Disini, yaitu Integrasi, di mana berbagai pelayanan Transportasi harus ditata sedemikian rupa sehingga saling terintegrasi, misalnya truk pengangkut Kontainer, Kereta Api pengangkut Barang, Pelabuhan peti Kemas, Dan Angkutan laut peti Kemas, semuanya harus terintegrasi Dan memungkinkan SISTEM Transfer Yang Terus menerus ( mulus ).
            Kebutuhan Angkutan Bahan-Bahan Pokok Dan Komoditas Satu SISTEM Logistik Dan Manajemen Yang mampu menunjang Pembangunan pendidikan nasional.
            Sektor Transportasi laut dikenal sebagai salat Satu mata Rantai jaringan Distribusi Barang Dan penumpang telah Berkembang Ulasan Sangat Dinamis Serta berperan Didalam menunjang Pembangunan Politik, Ekonomi, sisial sector maupun pertahanan keamanan.Pertumbuhan sector Transportasi lautmempunyai peranan Yang Penting Dan Strategis.Keberhasilan sektor Transportasi laut dapat dilihat Bahasa Dari kemampuannya menunjang Serta Dalam, Ekonomi nasional ini mendorong peningkatan, regional Dan Lokal, Stabilitas Politik sisial dan Budaya termasuk mewujudkan par value per share-Yang diindikasikan melalui berbagai Indikator Transportasi ANTARA Lain: KAPASITAS, kualitas pelayanan, aksesibilitas keterjangkauan, angkutan umum yang PENDAPATAN Dan utilisasi.
Transportasi laut berperan penting dalam dunia perdagangan internasional maupun domestik. Transportasi laut juga membuka akses dan menghubungkan wilayah pulau, baik daerah sudah yang maju maupun yang masih terisolasi. Sebagai negara kepulauan (archipelagic state), Indonesia memang amat membutuhkan transportasi laut.
1.2         Metode penulisan
Pada penulisan makalah ini, metode penulisan yang diambil penulis ialah study literature. Penulis membaca bahan-bahan materi yang diperoleh dari internet.

1.3         Tujuan penulisan
1.3.1 Tujuan Umum
Sebagai pendalaman materi diluar perkuliahan, dan sebagai persyaratan untuk memperoleh nilai dari mata kuliah Penulisan dan Presentasi.
1.3.2  Tujuan Khusus
1.         Mengetahui perbedaan antara transportasi Laut dan Udara
2.         Mempelajari berbagai fasilitas dan fungsi transportsi Laut dan Udara
3.         Menambah wawasan Penulis dan pembaca






BAB II
SISTEM TRANSPORTASI LAUT

2.1 PRAWACANA
Kapal laut merupakan Sarana Yang Penting di Dalam, AKTIVITAS hubungan ANTARA 'masyarakat Bahasa Dari Pulau Satu Artikel Baru Pulau Yang Before. Hal inisial JUGA menyebabkan bahwa Bangsa Indonesia mendapat julukan Bangsa pelaut, KARENA mereka telah terbiasa mengarungi Lautan di wilâyah Nusantara, bahkan telah berlayar sampai Ke Luar wilâyah Nusantara.
Bukti-Bukti Yang menunjukan bahwa Bangsa Indonesia telah memanfaatkan KAPAL-KAPAL sebagai Sarana Penting Dalam, Transportasi laut, seperti tergambar Yang FUNDS lega-lega Candi Borobudur Dalam, bentuk Perahu bercadik Yang telah mampu berlayar hingga JAUH sampai Ke Pulau Madagaskar (Afrika). JUGA Pembuatan KAPAL phinisi Yang dilakukan Oleh Bangsa Bugis di Sulawesi Selatan.
Teknologi Pembuatan KAPAL di Indonesia mengalami perkembangan Yang Ulasan Sangat PESAT Penghasilan kena pajak mendapat pengaruh mata uang. Bahasa Dari para pelaut Asing itulah Bangsa Indonesia memperoleh tambahan pengetahual teknologinavigasi Dan Pelayaran, hingga akhirnya Indonesia memiliki industri KAPAL Yang modern.
Industri Perkapalan di Indonesia berawal Bahasa Dari sebuah bengkel TEMPAT mereparasi KAPAL. Kemudian bengkel ITU Berkembang menjadi industri Yang merancang Dan MEMBANGUN KAPAL sebagai Sarana transportai laut, Dan dioperasikan Oleh PT. Pelayaran Laut Nasional Indonesia (PT.PELNI). Industri KAPAL Indonesia dimotori Oleh PT. PAL Indonesia. Consists inisial merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pendirian PERUSAHAAN KAPAL Masa pemerintahan Hindia Belanda. Ide Pendirian bengkel reparasi KAPAL laut inisial dimunculkan Oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda VD Capellen. Tenggang PERUSAHAAN ITU adalah NV.Nederlandsch Indische Industrie.
FUNDS tahu8n 1849, Sarana perbaikan Dan Pemeliharaan KAPAL MULAI terwujud di daerah adalah Ujung, Surabaya. Namun, tahun1939 pemerintah Hidia Belanda mengganti FUNDS NAMA menjadi Maarine estabilishment (ME). ME berfungsi sebagai sebuah paberik Pemeliharaan Dan perbaikan KAPAL. FUNDS Masa kedudukan jepang, ME berubah fungsi Dan tidak Tetap menjadi bengkel reparasi dn KAPAL-KAPAL perbaikan Angkatan Laut jepang dibawah Pengawasan Kagiun .Tetapi FUNDS Masa perang Kemerdekaan, ME Dilaporkan dikuasai Belanda Dan baru Negara Diserahkan kepada Indonesia FUNDS 27 Desember 1949. Sejak SAAT ITU, NAMA PERUSAHAAN KAPAL laut nihil diubah menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL).
FUNDS years 1978, status PT. PAL diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) PAL Tiga years kemudian, yaitu 1981 years bentuk badan uasaha Perum PAL diubah menjadi perseroan Artikel Baru pimpinan ProfDr Ing. BJ Habibie (SAAT ITU menjadi Mentri Riset Dan Teknologi). PT.PAL memproduksi berbagai JENIS KAPAL, MULAI bahasa Dari KAPAL ikan, KAPAL niaga, KAPAL perang, kapal tunda , kapal tanker, KAPAL penumpang, Dan KAPAL Riset. Kapal Riset Buatan PT PAL KAPAL adalahBaruna Jaya VIII.
Perkembangan SISTEM Transportasi laut FUNDS dewasa inisial tidak terlepas Bahasa Dari kemajuan Teknologi. Kemajuan Teknologi telah nihil dapat membuat Bangsa Indonesia memproduksi KAPAL angkut penumpang, yaitu KAPAL Palindo Jaya 500 . Kapal nihil diluncurkan PERTAMA Kali FUNDS month Agustus 1995. Kapal nihil dibuat untuk menunjang Sarana Transportasi laut Yang lebih CEPAT Dan aman.
Sesuai Keputusan Direktur Jenderal Artikel Baru Perhubungan Laut Nomor: UK.11/15/15 / DJPL-06 tentang Cetak biru ( Blue Print ) Pembangunan Transportasi Laut 2005-2024, penyelenggaraan Transportasi Laut berpedoman FUNDS kebijakan-kebijakan berikut:
a. Meningkatnya Pelayanan Transportasi Laut Nasional;
b. Meningkatnya Keselamatan Dan Keamanan Dalam, Penyelenggaraan Transportasi Laut Nasional;
c. Meningkatnya Pembinaan Pengusahaan Transportasi Laut;
d. Meningkatnya Kualitas Sumber Daya Manusia Serta Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi di Kepemilikan Modal Transportasi Laut;
e. Meningkatnya Pemeliharaan Dan Kualitas Lingkungan Hidup Serta Penghematan Energi di Kepemilikan Modal Transportasi Laut;
f. Meningkatnya Penyediaan Dana Pembangunan Transportasi Laut;
g. Meningkatnya Kualitas Administrasi Negara FUNDS Sub Sektor Transportasi Laut.
Untuk mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan Transportasi laut nihil, Maka Pemerintah menetapkan berbagai Pengembangan strategi pendidikan nasional sebagai berikut:

2.2  Strategi Nasional Kepemilikan Modal kepelabuhanan
2.2.1 Meningkatnya Pelayanan kepelabuhanan Nasional, melalui:
a. Peningkatan Kualitas Pelayanan
b. Penyeimbangan Peranan BUMN, BUMD, Swasta Dan Koperasi
c. Perawatan Prasarana Transportasi Laut
d. Optimalisasi Penggunaan Fasilitas Yang ADA
e. Keterpaduan Antarmoda
f. Pengembangan KAPASITAS Pelabuhan
g. Peningkatan Pelayanan FUNDS Daerah Tertinggal
h. Peningkatan Pelayanan untuk Kelompok Masyarakat Tertentu
i. Peningkatan Pelayanan FUNDS Keadaan Darurat
2.2.2 Meningkatnya Pembinaan Pengusahaan Pelabuhan, melalui:
a. Peningkatan Efisiensi Dan Daya Saing
b. Penyederhanaan Perizinan Dan Deregulasi
c. Peningkatan standarisasi Pelayanan Dan Teknologi
d. Pembinaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Mengarahkan BUMN Transportasi Laut Dan untuk meningkatkan kinerja pelayanan kinerja finansial secara proporsional PERUSAHAAN Dalam, mengemban misinya sebagai pelayan angkutan umum yang ( Pelayanan Publik ), penyedia program prasarana sekaligus sebagai entitas bisnis tersebut.

2.3 Strategi Nasional Keselamatan Pelayaran Kepemilikan Modal
2.3.1 Meningkatnya Pelayanan Keselamatan Pelayaran, melalui:
a. Perawatan Sarana Dan Prasarana Keselamatan Pelayaran
b. Optimalisasi Penggunaan Fasilitas Yang ADA
c. Pengembangan KAPASITAS
2.3.2 Meningkatnya Keselamatan Dan Keamanan Transportasi Laut, melalui:
a. Peningkatan Keselamatan Transportasi Laut
b. Peningkatan Keamanan Transportasi Laut
2.3.3 Meningkatnya Pemeliharaan Dan Kualitas Lingkungan Hidup Serta Penghematan Penggunaan Energi di Kepemilikan Modal Transportasi Laut, melalui:
a. Peningkatan Kualitas Lingkungan Proteksi
b. Peningkatan Kesadaran Terhadap Ancaman Tumpahan Minyak
2.4 Strategi Nasional Kepemilikan Modal Kelembagaan Dan Sumber Daya Manusia
2.4.1 Meningkatnya Pelayanan Transportasi Laut Nasional, melalui:
a. Peningkatan Keterpaduan Pengembangan Transportasi Laut melalui Tatranas, Tatrawil Dan Tatralok.
b. Memperjelas Dan mengharmonisasikan Peran masing-masing Instansi pemerintah BAIK di Pusat maupun di daerah adalah Yang terlibat Kepemilikan Modal pengaturan, Administrasi Dan penegakan Hukum, berdasarkan azas dekonsentrasi Dan waktu desentralisasi.
c. Menentukan bentuk koordinasi Dan Konsultasi termasuk MEKANISME hubungan antar Koperasi Karyawan Bhakti Samudera Instansi pemerintah BAIK di Pusat maupun daerah adalah ANTARA Penyelenggara Dan pemakai Jasa Transportasi laut.
d. Meningkatkan keterpaduan perencanaan ANTARA pemerintah pusat, pemerintah provinsi Dan pemerintah kabupaten / kota Dalam, berbagai ASPEK.
2.4.2 Sumber Daya Manusia Meningkatnya Kualitas, Serta Ilmu Dan Teknologi Pengetahuan DI Kepemilikan Modal Transportasi Laut, melalui :
a. Pengembangan Pendidikan Dan PELATIHAN Transportasi Laut
b. Peningkatan Kepedulian Masyarakat Terhadap PERATURAN Perundangan Transportasi Laut.
2.4.3 Meningkatnya Penyediaan Dana Pembangunan Transportasi Laut, melalui:
a. Peningkatan Multindo Bahasa Dari Pemakai Jasa Transportasi Laut
b. Peningkatan Anggaran Pembangunan Nasional Dan Daerah
c. Peningkatan Usage Swasta Dan Koperasi
d. Pemanfaatan Hibah / Bantuan Luar Negeri untuk Program-ProgramTertentu
2.4.4 Meningkatnya Kualitas Administrasi Negara di Sektor Transportasi Laut, melalui:
a. Penerapan Manajemen modern
b. Pengembangan data Dan Perencanaan Transportasi
c. Peningkatan Struktur Organisasi
d. Peningkatan Sumber Daya Manusia
e. Peningkatan Telkomnika pemotivasian
f. Peningkatan Pengawasan Telkomnika

Kapal, adalah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut (sungai dsb) seperti halnya sampan atau perahu yang lebih kecil. Kapal biasanya cukup besar untuk membawa perahu kecil seperti sekoci. Sedangkan dalam istilah  inggris, dipisahkan antara  ship yang lebih besar dan boat yang lebih kecil. Berabad-abad lamanya kapal digunakan oleh manusia untuk mengarungi sungai atau lautan.
Feri, adalah sebuah sebuah kapal transportasi jarak dekat.Feri mempunyai peranan penting dalam sistem pengangkutan bagi banyak kota pesisir pantai, membuat transit langsung antar kedua tujuan dengan biaya lebih kecil dibandingkan jembatan atau terowong.
Sampan (bahasa Tionghoa) adalah sebuah perahu kayu tiongkok yang memiliki dasar yang relatif datar, dengan ukuran sekitar 3,5 hingga 4,5 meter yang digunakan sebagai alat transportasi sungai dan danau atau menangkap ikan. Sampan dapat mengangkut penumpang  2 – 8 orang, tergantung ukuran sampan. Sampan ada kalanya memiliki atap kecil dan dapat digunakan sebagai tempat tinggal permanen di perairan dekat darat. Sampan biasanya tidak digunakan untuk berlayar jauh dari daratan karena jenis perahu ini tidak memiliki perlengkapan untuk menghadapi cuaca yang buruk.
Kata “sampan” secara harafiah berarti “tiga lembar papan” dalam bahasa Kanton, dari kata Sam (tiga) dan pan (papan). Kata ini digunakan untuk merujuk pada rancangan perahu ini, yang terdiri dari sebuah dasar yang datar (dibuat dari selembar papan); dua lembar papan lainnya dipasang di kedua belah sisinya. Sampan digerakkan dengan sepotong galah, dayung  atau dapat pula dipasangi motor di bagian belakangnya.









2.5  Prasarana Transportasi Laut :
Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai atau danau untuk menerima kapal dan memindahkan  barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan biasanya memiliki alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan kapal-kapal yang berlabuh. Crane dan gudang berpendingin juga disediakan oleh pihak pengelola maupun pihak swasta yang berkepentingan. Sering pula disekitarnya dibangun fasilitas penunjang seperti pengalengan dan pemrosesan barang.
Kata pelabuhan laut digunakan untuk pelabuhan yang menangani kapal-kapal laut. Pelabuhan perikanan adalah pelabuhan yang digunakan untuk berlabuhnya kapal-kapal penangkap ikan serta menjadi tempat distribusi maupun pasar ikan.
Klasifikasi pelabuhan perikanan ada 3, yaitu: Pelabuhan Perikanan Pantai, Pelabuhan Perikanan Nusantara, dan Pelabuhan Perikanan Samudera.
Di bawah ini hal-hal yang penting agar pelabuhan dapat berfungsi :
·         Adanya kanal-kanal laut yang cukup dalam (minimum 12 meter)
·         Perlindungan dari angin, ombak, dan petir
·         Akses ke transportasi penghubung seperti kereta api dan truk
Galangan kapal adalah sebuah tempat yang dirancang untuk memperbaiki dan membuat kapal. Kapal-kapal ini dapat berupa yacht, armada militer, cruisine line, pesawat barang atau penumpang.












BAB III
SISTEM TRANSPORTASI UDARA

3.1 Pengenalan Bandar Udara

3.1.1  Pengertian Bandar Udara
Bandar udara Merupakan Sebuah Fasilitas Tempat Pesawat Terbang Dapat Lepas Landas dan Mendarat. Bandar udara yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landasan pacu namun bandara-bandara besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan penerbangan maupun bagi penggunanya.
Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization) : Bandar udara the Adalah area Tertentu di Daratan, atau Perairan (Termasuk the Bangunan, Instalasi dan Peralatan) yang Diperuntukkan baik Secara Keseluruhan atau Sebagian untuk Kedatangan, Keberangkatan dan Pergerakan Pesawat.
3.1.2  Fasilitas Bandar Udara
            Fasilitas bandara ini terdapat beberapa hal di dalamnya salah satunya adalah runway. Semua kompone fasilitas bandar udara memiliki suatu fungi yang berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama dan saling menunjang satu dengan yang lainnya.
            Kebanyakan fasilitas bandar udara diartikan sebagai fasilitas yang menunjang dalam keberhasilan pengoperasian penerbangannya namun pada akhirnya semua dilakukan demi untuk mewujudkan pengoperasian yang aman sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam dunia penerbangan.
            Keselamatan Penerbangan Menjadi Prioritas Utama Dalam Menjalankan Pengoperasiannya hal itu Dikarenakan demi Mewujudkan  Terselenggaranya Kepuasan Pelanggan Dalam Menggunakan Jasa Angkutan udara.
            Di indonesia beberapa bandar udara bahkan dalam hal pengurusan pengoperasiannya dilakukan dengan cara yang seefektif mungkin untuk menjadikan bandar udara yang dapat bersaing dalam memperebutkan pasar yang ada.


3.1.3 Pengelolaan Bandar Udara
            Pada umumnya kita ketahui bandar udara di Inonesia ini dikelola oleh dua instansi yang berbeda satu sama lain namun tetap memiliki kesamaan dalam hal tujuan dan priorotas utamanya.
            Pada periode tahun 1950-1970, fungsi bandara hanya sebagai fasilisator penerbangan yang melayani jasa air traffic operations dengan menyediakan infrastruktur dan fasilitas untuk penerbangan. Pada perkembangan periode 1970-1990 bandara telah mengembangkan operasinya menjadi penyedia layanan penuh bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan dengan menyediakan berbagai layanan publik termasuk restoran dan tempat belanja. Mulai tahun 1990-an model bisnis bandara telah bertransformasi dengan menekankan pada pendapatan yang optimal.
            Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan seluruh pengelola bandara internasional, baik PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, maupun Kepala Bandara Unit Pelaksana Teknis (UPT), untuk segera mengimplementasikan konsep bandara ramah lingkungan (ecological airport / eco-airport).
            Pengelolaan bandara di Indonesia selain ditangani Departemen Perhubungan, Pemerintah juga menyerahkan sebagian bandara untuk di kelola PT (Persero) Angkasa Pura. PT. (Persero) Angkasa Pura adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara di bawah Departemen Perhubungan yang bergerak di bidang pengelolaan dan pegusahaan bandar udara di Indonesia.
            Sesuai dengan UU No 1 th 2009, mulai tahun ini kewenangan pengelolaan bandar udara seharusnya sudah diambil alih oleh apa yang disebut sebagai Otoritas Bandara.Dalam UU ini diatur otoritas bandara paling lama diimplementasikan pada tahun 2012.Selama ini kewenangan tersebut berada di tangan AdministraturBandara.
Namun belum sempat hal ihwal otoritas bandara itu direalisasikan, sudah muncul gagasan untuk menyerahkan pengelolaan bandara kepada pihak asing. Gagasan Mustafa Abubakar itu terang saja memunculkan pendapat pro dan kontra.
Konkretnya, menurut Menteri, pemerintah membuka peluang kepada investor asing untuk mengelola pengembangan Bandar Udara Soekarno-Hatta dengan membentuk anak perusahaan bersama PT Angkasa Pura II. Menteri menjelaskan, pemerintah terus mencari investor, baik lokal maupun asing untuk ikut melakukan pengembangan bandara yang sudah berusia seperempat abad tersebut. "Kami juga sedang mencari investasi yang besar untuk meningkatkan Bandara Soekarno-Hatta, dan ini terbuka sekali untuk investor asing," katanya.
Menurut dia, untuk pengembangan, nantinya akan dibentuk anak perusahaan Bandara Soekarno-Hatta yang akan mengelola kerja sama dengan investor. Mustafa mengemukakan sejak direksi PT Angkasa Pura (AP) II yang merupakan pengelola Bandara Soekarno-Hatta dilantik, Kementerian BUMN telah memberi tugas untuk membuat strategi besar untuk pengelolaan dan peningkatan bandara tersebut. Direksi AP II sendiri sebagaimana diungkapkan kepada AVIASI, akan menjadikan bandara yang dikelolanya berkelas dunia.

3.2 Kategori Dan Klasifikasi
3.2.1  Lebih Kendaraan bermotor Bahasa Dari Udara
Pesawat Buruk Bagus terbang Yang lebih Kendaraan bermotor Bahasa Dari Udara disebut aerodin ,INI adalah Yang masuk Dalam, KategoriAutogiro , Helikopter , girokopter Dan Pesawat bersayap Tetap . Pesawat bersayap umumnya Tetap menggunakan Mesin pembakaran Dalam, Yang berupa Mesin PISTON (Artikel Baru baling-baling) atau Mesin turbin (jet atau turboprop) menggerakkan Pesawat untuk menghasilkan dorongan yang, Lalu pergerakan Udara DI Sayap menghasilkan Gaya Dorong Ke Atas, INI Yang Bisa membuat Pesawat Buruk Bagus terbang ; Sebagai pengecualian, Pesawat bersayap Tetap JUGA ADA Yang tidak menggunakan Mesin, misalnya glider, Yang hanya menggunakan hd gravitasi Dan Arus Udara pana.Helikopter Dan Autogiro menggunakan Mesin Dan Sayap berputar untuk menghasilkan hd Dorong Ke Atas, Dan Helikopter JUGA menggunakan Mesin untuk menghasilkan dorongan Ke DEPAN.
3.2.2   Lebih Ringan Bahasa Dari Udara
Pesawat Buruk Bagus terbang Yang lebih Ringan Bahasa Dari Udara disebut aerostat , INI adalah Yang masuk Dalam, Kategori balon DanKAPAL Udara . Aerostat Buruk Bagus terbang untuk menggunakan Gaya apung DI Udara, seperti Yang digunakan KAPAL Laut untuk mengapung DI Atas udara . Pesawat Buruk Bagus terbang INI umumnya menggunakan GAS seperti HELIUM , hidrogen , atau Udara Panas untuk menghasilkan Gaya apung nihil. Perbedaaan balon balon Udara Udara Artikel Baru KAPAL adalah lebih Udara mengikuti Arus Angin , sedangkan KAPAL Udara memiliki Ke DEPAN Dan SISTEM SISTEM propulsi untuk dorongan karena kurang.
3.2.3 Kondisi Perbatasan Indonesia
Ketika berbicara tentang perbatasan mungkin Yang teringat Oleh kitd hanyalah permasalahan Pulau Sipadan Ligitan Pulau Dan atau perseteruan di blok Ambalat Yang Sedang Hangat-hangatnya. Padahal sebenarnya masalah perbatasan Before JUGA sudah menumpuk Dan telah menjelma menjadi bom waktu Yang SIAP meledak apabila tidak segera ditangani Artikel Baru Serius. Hal inisial disebabkan secara fisik Indonesia merupakan `negara terbesarnya kelima di Dunia Dan berbatasan secara Langsung di laut Artikel Baru 10` negara Tetangga, Dan di Darat Artikel Baru 3 `negara Tetangga. Tentu Saja kitd tidak Boleh Lupa kalau inisial berarti di Udara kitd berbatasan Artikel Baru 13 `negara atau bahkan mungkin lebih.
Indonesia di Darat berbatasan Artikel Baru Malaysia, Papua Nugini Dan Timor Larose. Walaupun sudah terdapat diatur dalam peraturan-diatur dalam peraturan Dan kesepakatan Bersama menyangkut Batas Darat inisial, Akan tetapi sampai SAAT Suami Masih ADA Saja permasalahan-permasalahan Yang Muncul. Salah satunya adalah masalah kaburnya perbatasan Artikel Baru Malaysia di Pulau Kalimantan akibat dirusaknya patok-patok Batas, sehingga ratusan hektar wilâyah kitd masuk menjadi wilâyah Malaysia [Waluyo, 2005].
Sedangkan untuk wilâyah laut Yang berbatasan Artikel Baru 10 `negara, kondisinya lebih ironis, dimana sebagian baru Negara Kecil Saja Batas laut Yang telah ditegaskan.Sebagian perbatasan Yang telah dibahas ANTARA Lain adalah Artikel Baru Malaysia, Singapura, Australia, PNG, Thailand Dan India [Tarmansyah 2003]. * Menurut Data Bahasa Dari DEPARTEMEN Kelautan Dan Perikanan, Indonesia memiliki 92 Pulau terluar Yang tersebar di 19 provinsi. Sebanyak 67 Pulau di antaranya berbatasan Langsung Artikel Baru `negara Lain Dan 12 Pulau di antaranya rawan diklaim Oleh` negara Lain [Husodo, 2005].
Kondisi Demografi daerah adalah perbatasan JUGA Ulasan Sangat memprihatinkan, dimana sebagian daerah adalah perbatasan Indoensia berpenghuni sehingga Ulasan Sangat tidak untuk dicaplok rawan diam-DIAM Oleh pihak mata uang. Selain ITU keadaan INI menjadikan gangguan bahasa Dari Barang-Barang Yang Luar seperti penyelundupan senjata API dilindungi Ulasan Sangat sampai Dan Obat bius rawan terjadi. Kawasan berpenghuni pun-Kawasan Yang tidak luput Bahasa Dari berbagai masalah. Seperti Yang terjadi di Kalimantan, dimana kemiskinan akibat keterisolasian Kawasan menjadi pemicu tingginya keinginan 'masyarakat setempat menjadi pelintas Batas Ke Malaysia. Hal inisial Ulasan Sangat manusiawi apabila melihat perbatasan `negara Tetangga nihil telah dikelilingi Oleh jalan hotmix Yang mulus, Artikel Baru lampu jalan Yang Terang benderang, Dan pendapatan Penduduk Yang CUKUP Tinggi, Serta Bangunan Yang teratur layaknya sebuah kota [Hamid, 2002].
Menyadari kenyataan nihil Maka untuk menangani masalah perbatasan Suami tidak CUKUP hanya mengandalkan pendekatan keamanan Artikel Baru (pendekatan keamanan), tetapi harus ditunjang JUGA Artikel Baru pendekatan kesejahteraan Dan Pembangunan (kemakmuran / pengembangan pendekatan). Salah Satu solusinya adalah ketersediaan Transportasi Udara Yang tepat Dan dikelola Artikel Baru BAIK sehingga dapat berfungsi sebagai Maksimal Sarana penghubung, katalis Pembangunan Dan sekaligus sebagai Media penunjang keamanan Dan Integrasi Bangsa.

3.2.4 Kenapa Harus Transportasi Udara?
Sebagaimana Transportasi FUNDS umumnya, Transportasi Udara mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai Unsur penunjang (sektor pelayanan) Dan Unsur pendorong (mempromosikan sektor) [Abubakar, 2000]. Peran Transportasi Udara sebagai Unsur penunjang dapat dilihat Bahasa Dari kemampuannya menyediakan Jasa Transportasi Yang efektif Dan pengerjaannya efisien untuk memenuhi kebutuhan sektor perikanan Lain, sekaligus berperan JUGA Dalam, menggerakan Dinamika Pembangunan.
Pendapat selama Suami Yang mengatakan bahwa Wesel Yang dikeluarkan apabila menggunakan Transportasi Udara Ulasan Sangat Besar, SAAT inisial sudah terjawab Artikel Baru munculnya maskapai-maskapai baru Negara Yang menawarkan layanan Transportasi Udara Yang prima Artikel Baru daftar harga Yang Ulasan Sangat kompetitif. Malahan apabila dilihat Bahasa Dari Teori Ekonomi Fakta Yang Muncul Bisa sebaliknya. Hal ini dikarenakan Transportasi Udara khususnya Pesawat Buruk Bagus terbang mampu memberikan value per share tambah berupa kecepatan, CORPORINDO Yang lebih CEPAT Dan sehingga memungkinkan peredaran tentunya hal ini berarti penekanan wesel produksi [www.flytrain.web.id/index.php?lang=indo]. 
Sedangkan sebagai Unsur pendorong, Transportasi Udara JUGA sudah Terbukti mampu menjadi Jasa Transportasi Yang efektif untuk membuka daerah adalah terisolasi Dan JUGA melayani daerah adalah-daerah adalah Dan Pulau-Pulau terpencil. Tersedianya Transportasi Yang dapat menjangkau daerah adalah termasuk pelosok Yang ADA di perbatasan sudah Pasti dapat memicu produktivitas Penduduk setempat, sehingga akhirnya Akan meningkatkan penghasilan seluruh rakyat Dan tentunya JUGA pendapatan pemerintah.
Perkembangan Pembangunan di daerah adalah perbatasan secara tidak Langsung Akan menciptakan efek mutiplier Yang positif, seperti pemerataan Penduduk, penciptaan Lapangan Koperasi Karyawan Bhakti Samudera baru Negara Serta Stabilitas Dan keutuhan wilâyah. Kita seharusnya dapat Belajar Bahasa Dari pengalaman pahit lepasnya P. Sipadan Dan P. Ligitan Ke Tangan Malaysia. Bahasa Dari penjelasan Media diketahui bahwa ICJ / MI Dalam, mengambil keputusan mengenai statusnya Akhir kedua Pulau nihil ternyata tidak menggunakan materi Hukum UMUM Yang diajukan Oleh Indonesia maupun Malaysia. Yang digunakan adalah kaidah Artikel Baru menggunakan kriteria pembuktian Lain, kehadiran yaitu terus menerus, pekerjaan yang efektif, pemeliharaan dan pelestarian ekologi.Kemenangan Malaysia dikarenakan kedua Pulau nihil secara LOKASI memang tidak begitu JAUH bahasa Dari Malaysia Dan ditambah Lagi Artikel Baru adanya Fakta bahwa Malaysia telah MEMBANGUN beberapa prasarana Pariwisata di kedua Pulau nihil [Djalal, 2003]
Adapun Peran Transportasi Udara Langsung Dalam, masalah pertahanan keamanan Dan JUGA Ulasan Sangat BANYAK. Salah satunya adalah digunakannya radar penerbangan Sipil untuk membantu radar Militer Yang SAAT Suami belum mampu mengawasi seluruh wilâyah Udara Indonesia. Selain ITU, walaupun Masih diperdebatkan tetapi secara Teori memungkinkan Pesawat Sipil untuk memiliki fungsi ganda sebagai Alat Transportasi Biasa Dan sekaligus sebagai Pesawat pengintai atau Patroli tidak Tetap. Frekuensi penerbangan Pesawat Sipil Yang Ulasan Sangat Tinggi, dapat dimamfaatkan untuk melaporkan keadaan Udara, Darat Dan bahkan laut.
3.2.5 Upaya Memaksimalkan Peran Transportasi Udara
Peran Transportasi Udara Yang Ulasan Sangat Besar inisial tentu Saja hanya dapat diperoleh Artikel Baru dukungan berbagai pihak. Sudah saatnya Transportasi Udara menjadi Prioritas Utama Dalam, upaya meningkatkan pelayanan prasarana Transportasi Dan KOMUNIKASI di daerah adalah daerah adalah-perbatasan. Penulis Yakin bahwa BANYAK investor Yang Dalam, Hal inisial pengusaha Transportasi Udara Yang Berminat membuka jalur penerbangannya Ke-daerah adalah daerah adalah perbatasan apabila faktor kebutuhannya JUGA TERSEDIA.
Faktor kebutuhan Yang sudah Pasti dimaksud Disini adalah tersedianya Lapangan Buruk Bagus terbang memadai Serta berjalannya usaha atau kegiatan atau Ekonomi Yang seperti Pariwisata Before memungkinkan adanya kebutuhan Transportasi Bahasa Dari Dan Yang Ke daerah adalah nihil. kemauan pemerintah Dan Yang tidak Kalah Penting adalah sebagai pengambil keputusan untuk mengeluarkan kebijakan Yang tepat-kebijakan menyangkut Transportasi Udara. Seluruh Potensi ekonomi biaya tinggi di sektor perikanan Transportasi Udara harus dievaluasi Dan dibenahi. KARENA kalau tidak, Maka percuma Saja langkah efisiensi Yang mati-matian dilakukan Oleh pelaku kotor (Pikiran Rakyat, 28 Juli 2003).
Selain ITU JUGA Perlu dikaji Dan diteliti kemungkinan Lain berupa Inovasi-Inovasi Dalam, Transportasi Udara. Inovasi Disini tidak hanya menyangkut Pembuatan Pesawat sebagaimana Yang dilakukan Oleh IPTN, namun lebih Luas Bahasa Dari ITU JUGA termasuk didalamnya adalah Pembuatan roadmap penerbangan Dalam, Negeri Yang dapat menciptakan efisiensi Dan keteraturan penerbangan pendidikan nasional. Dalam, hubungannya Artikel Baru daerah adalah-daerah adalah perbatasan dapat dilakukan JUGA Pengkajian secara Ekonomi untuk menggunakan Sarana Transportasi Udara alternatif seperti misalnya seaplane atau Yang lebih dikenal Artikel Baru Pesawat amphibi untuk Transportasi Bahasa Dari Dan Ke Pulau-Pulau Kecil.








BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Dalam industri pelayaran, ataupun transportasi Laut dan udara yang merupakan bagian yang terkait dengan penunjang kehidupan manusia terutama dalam hal transportasiharuslah benar-benar memadai dan menjaga kenyamanan dan kepuasan dari penumpang. Karena itu, upaya peningkatan daya saing pada aspek yang relevan perlu dilakukan secara simultan. Aspek relevan tersebut meliputi : Pembenahan administrasi dan manajemen pemerintahan di laut dan udara, termasuk keselamatan dan keamanan Laut maupun udara serta perlindungan laut dan kawasan Bandar udara.

Power Point dapat dilihat pada link berikut
https://drive.google.com/file/d/1Ivocdr52WFSu9PCqqBj-u5hiT5bc5Xdd/view?usp=sharing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar