MAKALAH
SISTEM TRANSPORTASI UDARA DAN LAUT
Disusun
Oleh :
Aji Rilopambudi
(10316447)
FAKULTAS
TEKNIK
DAN PERENCANAAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha
Kuasa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah Penulisan dan Presentasi dengan lancar.
Makalah
Penulisan dan Presentasi mengenai Sistem Transportasi Udara dan Laut ini kami
susun guna memenuhi tugas mata kuliah Penulisan dan Presentasi yang diberikan
oleh Ibu Ellysa selaku dosen mata kuliah Penulisan dan Presentasi.
Ucapan
terimakasih kami sampaikan kepada Ibu
Ellysa dosen mata kuliah Penulisan dan Presentasi yang telah memberikan
penjelasan dan materi kepada saya.
Namun makalah
Penulisan dan Presentasi tentang Sistem Transportasi udara dan laut ini masih
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan adanya kritik dan
saran yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan Transportasi merupakan kebutuhan turunan
( berasal demand ) akibat AKTIVITAS Ekonomi, sisial, Dan
sebagainya. Dalam, kerangka makro-Ekonomi, Transportasi merupakan Tulang
Punggung perekonomian pendidikan nasional, regional, Dan Lokal, BAIK di
Perkotaan maupun di pedesaan. Harus diingat bahwa SISTEM Transportasi
memiliki sifat SISTEM jaringan di mana kinerja pelayanan Transportasi Ulasan
Sangat dipengaruhi Oleh Integrasi Dan keterpaduan Bandung.
Indonesia
merupakan `negara Kepulauan Yang memiki lebih bahasa Dari 17.000 Pulau Artikel
Baru Sebanyak wilâyah 735,355 mil Persegi. Indonesia menempati peringkat
keempat Dan Bahasa Dari 10 `negara berpopulasi terbesarnya di Dunia (sekitar
220 Juta jiwanya). Tanpa Sarana Transportasi Yang memadai Maka Akan Sulit
untuk menghubungkan seluruh daerah adalah di Kepulauan inisial.
Pada
kesempatn ini yang mau dibahas adalah Sarana Transportasi Yang ada
di laut, memegang peranan vitaldalam ASPEK sisial Ekonomi melalui fungsi
Distribusi ANTARA daerah adalah Satu Artikel Baru Yang Lain daerah adalah. Distribusi
Barang, manusia, dll. Akan menjadi lebih mudah Dan CEPAT Bila Sarana
Transportasi Yang ADA berfungsi sebagaimana mestinya sehingga dapat menjadi
Transportasi salat Satu Sarana untuk mengintegrasikan berbagai wilâyah di
Indonesia. Melalui Transportasi Penduduk ANTARA wilâyah Satu Artikel Baru
wilâyah lainya dapat Ikut merasakan HASIL Produksi Yang rata maupun REVENUES
Pembangunan Yang ADA.
Skala
Ekonomi ( skala ekonomi ), lingkup Ekonomi ( ekonomi
lingkup ), Dan keterkaitan ( keterkaitan ) harus menjadi
pertimbangan Tetap Dalam, pengembangan otonomi daerah adalah Transportasi
Dalam, kerangka waktu desentralisasi Dan Yang kerap didengungkan Akhir-Akhir
INI. Ada Satu kata kunci inisial Disini, yaitu Integrasi, di mana berbagai
pelayanan Transportasi harus ditata sedemikian rupa sehingga saling
terintegrasi, misalnya truk pengangkut Kontainer, Kereta Api pengangkut Barang,
Pelabuhan peti Kemas, Dan Angkutan laut peti Kemas, semuanya harus terintegrasi
Dan memungkinkan SISTEM Transfer Yang Terus menerus ( mulus ).
Kebutuhan
Angkutan Bahan-Bahan Pokok Dan Komoditas Satu SISTEM Logistik Dan Manajemen
Yang mampu menunjang Pembangunan pendidikan nasional.
Sektor Transportasi laut dikenal sebagai
salat Satu mata Rantai jaringan Distribusi Barang Dan penumpang telah
Berkembang Ulasan Sangat Dinamis Serta berperan Didalam menunjang Pembangunan
Politik, Ekonomi, sisial sector maupun pertahanan keamanan.Pertumbuhan sector Transportasi lautmempunyai peranan Yang
Penting Dan Strategis.Keberhasilan sektor Transportasi laut dapat dilihat Bahasa Dari
kemampuannya menunjang Serta Dalam, Ekonomi nasional ini mendorong peningkatan,
regional Dan Lokal, Stabilitas Politik sisial dan Budaya termasuk mewujudkan
par value per share-Yang diindikasikan melalui berbagai Indikator
Transportasi ANTARA Lain: KAPASITAS, kualitas pelayanan, aksesibilitas
keterjangkauan, angkutan umum yang PENDAPATAN Dan utilisasi.
Transportasi laut berperan penting
dalam dunia perdagangan internasional maupun domestik. Transportasi laut juga
membuka akses dan menghubungkan wilayah pulau, baik daerah sudah yang maju
maupun yang masih terisolasi. Sebagai negara kepulauan (archipelagic state),
Indonesia memang amat membutuhkan transportasi laut.
1.2 Metode
penulisan
Pada penulisan makalah ini, metode penulisan yang diambil
penulis ialah study literature. Penulis membaca bahan-bahan materi yang
diperoleh dari internet.
1.3 Tujuan
penulisan
1.3.1 Tujuan Umum
Sebagai pendalaman materi diluar perkuliahan, dan
sebagai persyaratan untuk memperoleh nilai dari mata kuliah Penulisan dan Presentasi.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Mengetahui
perbedaan antara transportasi Laut dan Udara
2. Mempelajari
berbagai fasilitas dan fungsi transportsi Laut dan Udara
3. Menambah
wawasan Penulis dan pembaca
BAB II
SISTEM TRANSPORTASI LAUT
2.1 PRAWACANA
Kapal laut merupakan Sarana
Yang Penting di Dalam, AKTIVITAS hubungan ANTARA 'masyarakat Bahasa Dari Pulau
Satu Artikel Baru Pulau Yang Before. Hal
inisial JUGA menyebabkan bahwa Bangsa Indonesia mendapat julukan Bangsa pelaut,
KARENA mereka telah terbiasa mengarungi Lautan di wilâyah Nusantara, bahkan
telah berlayar sampai Ke Luar wilâyah Nusantara.
Bukti-Bukti Yang menunjukan
bahwa Bangsa Indonesia telah memanfaatkan KAPAL-KAPAL sebagai Sarana Penting
Dalam, Transportasi laut, seperti tergambar Yang FUNDS lega-lega Candi
Borobudur Dalam, bentuk Perahu bercadik Yang telah mampu berlayar hingga JAUH
sampai Ke Pulau Madagaskar (Afrika). JUGA
Pembuatan KAPAL phinisi Yang dilakukan Oleh Bangsa Bugis di Sulawesi Selatan.
Teknologi Pembuatan KAPAL di
Indonesia mengalami perkembangan Yang Ulasan Sangat PESAT Penghasilan kena
pajak mendapat pengaruh mata uang. Bahasa
Dari para pelaut Asing itulah Bangsa Indonesia memperoleh tambahan pengetahual
teknologinavigasi Dan Pelayaran, hingga akhirnya Indonesia memiliki industri
KAPAL Yang modern.
Industri Perkapalan di Indonesia berawal Bahasa Dari sebuah
bengkel TEMPAT mereparasi KAPAL. Kemudian
bengkel ITU Berkembang menjadi industri Yang merancang Dan MEMBANGUN KAPAL
sebagai Sarana transportai laut, Dan dioperasikan Oleh PT. Pelayaran Laut Nasional Indonesia (PT.PELNI). Industri KAPAL Indonesia dimotori Oleh PT. PAL Indonesia. Consists
inisial merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pendirian PERUSAHAAN KAPAL Masa pemerintahan Hindia Belanda. Ide Pendirian bengkel reparasi KAPAL laut inisial dimunculkan Oleh
Gubernur Jendral Hindia Belanda VD Capellen. Tenggang PERUSAHAAN ITU adalah NV.Nederlandsch Indische Industrie.
FUNDS tahu8n 1849, Sarana perbaikan Dan Pemeliharaan KAPAL MULAI
terwujud di daerah adalah Ujung, Surabaya. Namun, tahun1939 pemerintah
Hidia Belanda mengganti FUNDS NAMA menjadi Maarine
estabilishment (ME). ME berfungsi sebagai sebuah paberik Pemeliharaan
Dan perbaikan KAPAL. FUNDS Masa kedudukan jepang, ME berubah fungsi
Dan tidak Tetap menjadi bengkel reparasi dn KAPAL-KAPAL perbaikan Angkatan Laut
jepang dibawah Pengawasan Kagiun .Tetapi FUNDS Masa perang Kemerdekaan, ME Dilaporkan dikuasai
Belanda Dan baru Negara Diserahkan kepada Indonesia FUNDS 27 Desember 1949. Sejak SAAT ITU, NAMA PERUSAHAAN KAPAL laut nihil diubah menjadi
Penataran Angkatan Laut (PAL).
FUNDS years 1978, status PT. PAL diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) PAL Tiga years
kemudian, yaitu 1981 years bentuk badan uasaha Perum PAL diubah menjadi
perseroan Artikel Baru pimpinan ProfDr Ing. BJ Habibie (SAAT ITU menjadi Mentri Riset Dan Teknologi). PT.PAL memproduksi berbagai JENIS KAPAL, MULAI bahasa Dari KAPAL
ikan, KAPAL niaga, KAPAL perang, kapal tunda ,
kapal tanker, KAPAL penumpang, Dan KAPAL Riset. Kapal Riset Buatan PT PAL
KAPAL adalahBaruna Jaya VIII.
Perkembangan SISTEM
Transportasi laut FUNDS dewasa inisial tidak terlepas Bahasa Dari kemajuan
Teknologi. Kemajuan
Teknologi telah nihil dapat membuat Bangsa Indonesia memproduksi KAPAL angkut
penumpang, yaitu KAPAL Palindo
Jaya 500 . Kapal nihil diluncurkan PERTAMA Kali FUNDS month Agustus 1995. Kapal nihil dibuat untuk menunjang Sarana Transportasi laut Yang
lebih CEPAT Dan aman.
Sesuai Keputusan Direktur Jenderal Artikel Baru Perhubungan Laut
Nomor: UK.11/15/15 / DJPL-06 tentang Cetak biru ( Blue Print ) Pembangunan Transportasi
Laut 2005-2024, penyelenggaraan Transportasi Laut berpedoman FUNDS
kebijakan-kebijakan berikut:
a. Meningkatnya Pelayanan Transportasi Laut Nasional;
b. Meningkatnya Keselamatan Dan Keamanan Dalam, Penyelenggaraan
Transportasi Laut Nasional;
c. Meningkatnya Pembinaan Pengusahaan Transportasi Laut;
d. Meningkatnya Kualitas Sumber Daya Manusia Serta Ilmu Pengetahuan
Dan Teknologi di Kepemilikan Modal Transportasi Laut;
e. Meningkatnya Pemeliharaan Dan Kualitas Lingkungan Hidup Serta
Penghematan Energi di Kepemilikan Modal Transportasi Laut;
f. Meningkatnya Penyediaan Dana Pembangunan Transportasi Laut;
g. Meningkatnya Kualitas Administrasi Negara FUNDS Sub Sektor
Transportasi Laut.
Untuk mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan Transportasi
laut nihil, Maka Pemerintah menetapkan berbagai Pengembangan strategi
pendidikan nasional sebagai berikut:
2.2 Strategi Nasional Kepemilikan
Modal kepelabuhanan
2.2.1 Meningkatnya
Pelayanan kepelabuhanan Nasional, melalui:
a. Peningkatan Kualitas Pelayanan
b. Penyeimbangan Peranan BUMN, BUMD, Swasta Dan Koperasi
c. Perawatan Prasarana Transportasi Laut
d. Optimalisasi Penggunaan Fasilitas Yang ADA
e. Keterpaduan Antarmoda
f. Pengembangan KAPASITAS Pelabuhan
g. Peningkatan Pelayanan FUNDS Daerah Tertinggal
h. Peningkatan Pelayanan untuk Kelompok Masyarakat Tertentu
i. Peningkatan Pelayanan FUNDS Keadaan Darurat
2.2.2 Meningkatnya
Pembinaan Pengusahaan Pelabuhan, melalui:
a. Peningkatan Efisiensi Dan Daya Saing
b. Penyederhanaan Perizinan Dan Deregulasi
c. Peningkatan standarisasi Pelayanan Dan Teknologi
d. Pembinaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Mengarahkan BUMN Transportasi Laut Dan untuk meningkatkan kinerja
pelayanan kinerja finansial secara proporsional PERUSAHAAN Dalam, mengemban
misinya sebagai pelayan angkutan umum yang ( Pelayanan Publik ), penyedia program
prasarana sekaligus sebagai entitas bisnis tersebut.
2.3 Strategi Nasional Keselamatan
Pelayaran Kepemilikan Modal
2.3.1 Meningkatnya
Pelayanan Keselamatan Pelayaran, melalui:
a. Perawatan Sarana Dan Prasarana Keselamatan Pelayaran
b. Optimalisasi Penggunaan Fasilitas Yang ADA
c. Pengembangan KAPASITAS
2.3.2
Meningkatnya Keselamatan Dan Keamanan Transportasi Laut, melalui:
a. Peningkatan Keselamatan Transportasi Laut
b. Peningkatan Keamanan Transportasi Laut
2.3.3 Meningkatnya
Pemeliharaan Dan Kualitas Lingkungan Hidup Serta Penghematan Penggunaan Energi
di Kepemilikan Modal Transportasi Laut, melalui:
a. Peningkatan Kualitas Lingkungan Proteksi
b. Peningkatan Kesadaran Terhadap Ancaman Tumpahan Minyak
2.4 Strategi Nasional Kepemilikan
Modal Kelembagaan Dan Sumber Daya Manusia
2.4.1 Meningkatnya
Pelayanan Transportasi Laut Nasional, melalui:
a. Peningkatan Keterpaduan Pengembangan Transportasi Laut melalui
Tatranas, Tatrawil Dan Tatralok.
b. Memperjelas Dan mengharmonisasikan Peran masing-masing Instansi
pemerintah BAIK di Pusat maupun di daerah adalah Yang terlibat Kepemilikan
Modal pengaturan, Administrasi Dan penegakan Hukum, berdasarkan azas
dekonsentrasi Dan waktu desentralisasi.
c. Menentukan bentuk koordinasi Dan Konsultasi termasuk MEKANISME
hubungan antar Koperasi Karyawan Bhakti Samudera Instansi pemerintah BAIK di
Pusat maupun daerah adalah ANTARA Penyelenggara Dan pemakai Jasa Transportasi
laut.
d. Meningkatkan keterpaduan perencanaan ANTARA pemerintah pusat,
pemerintah provinsi Dan pemerintah kabupaten / kota Dalam, berbagai ASPEK.
2.4.2 Sumber
Daya Manusia Meningkatnya Kualitas, Serta Ilmu Dan Teknologi Pengetahuan DI
Kepemilikan Modal Transportasi Laut, melalui :
a. Pengembangan Pendidikan Dan PELATIHAN Transportasi Laut
b. Peningkatan Kepedulian Masyarakat Terhadap PERATURAN Perundangan
Transportasi Laut.
2.4.3
Meningkatnya Penyediaan Dana Pembangunan Transportasi Laut, melalui:
a. Peningkatan Multindo Bahasa Dari Pemakai Jasa Transportasi Laut
b. Peningkatan Anggaran Pembangunan Nasional Dan Daerah
c. Peningkatan Usage Swasta Dan Koperasi
d. Pemanfaatan Hibah / Bantuan Luar Negeri untuk
Program-ProgramTertentu
2.4.4
Meningkatnya Kualitas Administrasi Negara di Sektor Transportasi Laut, melalui:
a. Penerapan Manajemen modern
b. Pengembangan data Dan Perencanaan Transportasi
c. Peningkatan Struktur Organisasi
d. Peningkatan Sumber Daya Manusia
e. Peningkatan Telkomnika pemotivasian
f. Peningkatan Pengawasan Telkomnika
Kapal, adalah kendaraan pengangkut
penumpang dan barang di laut (sungai dsb) seperti halnya sampan atau perahu
yang lebih kecil. Kapal biasanya cukup besar untuk membawa perahu kecil seperti
sekoci. Sedangkan dalam istilah inggris, dipisahkan antara ship
yang lebih besar dan boat yang lebih kecil. Berabad-abad lamanya kapal digunakan
oleh manusia untuk mengarungi sungai atau lautan.
Feri, adalah sebuah sebuah kapal transportasi jarak dekat.Feri
mempunyai peranan penting dalam sistem pengangkutan bagi banyak kota pesisir
pantai, membuat transit langsung antar kedua tujuan dengan biaya lebih kecil
dibandingkan jembatan atau terowong.
Sampan (bahasa Tionghoa) adalah sebuah perahu kayu tiongkok yang
memiliki dasar yang relatif datar, dengan ukuran sekitar 3,5 hingga 4,5 meter
yang digunakan sebagai alat transportasi sungai dan danau atau menangkap ikan.
Sampan dapat mengangkut penumpang 2 – 8 orang, tergantung ukuran sampan.
Sampan ada kalanya memiliki atap kecil dan dapat digunakan sebagai tempat
tinggal permanen di perairan dekat darat. Sampan biasanya tidak digunakan untuk
berlayar jauh dari daratan karena jenis perahu ini tidak memiliki perlengkapan
untuk menghadapi cuaca yang buruk.
Kata “sampan” secara harafiah berarti “tiga lembar papan” dalam
bahasa Kanton, dari kata Sam (tiga) dan pan (papan). Kata ini digunakan untuk
merujuk pada rancangan perahu ini, yang terdiri dari sebuah dasar yang datar
(dibuat dari selembar papan); dua lembar papan lainnya dipasang di kedua belah
sisinya. Sampan digerakkan dengan sepotong galah, dayung atau dapat pula
dipasangi motor di bagian belakangnya.
2.5 Prasarana Transportasi Laut
:
Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di
ujung samudera, sungai atau danau untuk menerima kapal dan memindahkan
barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan biasanya memiliki
alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan kapal-kapal
yang berlabuh. Crane dan gudang berpendingin juga disediakan oleh pihak
pengelola maupun pihak swasta yang berkepentingan. Sering pula disekitarnya
dibangun fasilitas penunjang seperti pengalengan dan pemrosesan barang.
Kata pelabuhan laut digunakan untuk pelabuhan yang menangani
kapal-kapal laut. Pelabuhan perikanan adalah pelabuhan yang digunakan untuk
berlabuhnya kapal-kapal penangkap ikan serta menjadi tempat distribusi maupun
pasar ikan.
Klasifikasi pelabuhan perikanan ada 3, yaitu: Pelabuhan
Perikanan Pantai, Pelabuhan Perikanan Nusantara, dan Pelabuhan Perikanan
Samudera.
Di bawah ini hal-hal yang penting agar pelabuhan dapat berfungsi
:
· Adanya
kanal-kanal laut yang cukup dalam (minimum 12 meter)
· Perlindungan
dari angin, ombak, dan petir
· Akses ke
transportasi penghubung seperti kereta api dan truk
Galangan kapal adalah sebuah tempat yang dirancang untuk
memperbaiki dan membuat kapal. Kapal-kapal ini dapat berupa yacht, armada
militer, cruisine line, pesawat barang atau penumpang.
BAB III
SISTEM TRANSPORTASI UDARA
3.1 Pengenalan Bandar Udara
3.1.1 Pengertian Bandar Udara
Bandar udara Merupakan Sebuah
Fasilitas Tempat Pesawat Terbang Dapat Lepas Landas dan Mendarat. Bandar udara yang paling sederhana minimal
memiliki sebuah landasan pacu namun bandara-bandara besar biasanya dilengkapi
berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan penerbangan maupun bagi
penggunanya.
Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation
Organization) : Bandar udara the Adalah area Tertentu di Daratan, atau
Perairan (Termasuk the Bangunan, Instalasi dan Peralatan) yang Diperuntukkan
baik Secara Keseluruhan atau Sebagian untuk Kedatangan, Keberangkatan dan
Pergerakan Pesawat.
3.1.2 Fasilitas Bandar Udara
Fasilitas
bandara ini terdapat beberapa hal di dalamnya salah satunya adalah
runway. Semua kompone
fasilitas bandar udara memiliki suatu fungi yang berbeda-beda namun memiliki
tujuan yang sama dan saling menunjang satu dengan yang lainnya.
Kebanyakan
fasilitas bandar udara diartikan sebagai fasilitas yang menunjang dalam
keberhasilan pengoperasian penerbangannya namun pada akhirnya semua dilakukan
demi untuk mewujudkan pengoperasian yang aman sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dalam dunia penerbangan.
Keselamatan
Penerbangan Menjadi Prioritas Utama Dalam Menjalankan Pengoperasiannya hal itu
Dikarenakan demi Mewujudkan Terselenggaranya Kepuasan Pelanggan
Dalam Menggunakan Jasa Angkutan udara.
Di
indonesia beberapa bandar udara bahkan dalam hal pengurusan pengoperasiannya
dilakukan dengan cara yang seefektif mungkin untuk menjadikan bandar udara yang
dapat bersaing dalam memperebutkan pasar yang ada.
3.1.3 Pengelolaan Bandar Udara
Pada
umumnya kita ketahui bandar udara di Inonesia ini dikelola oleh dua instansi
yang berbeda satu sama lain namun tetap memiliki kesamaan dalam hal tujuan dan
priorotas utamanya.
Pada
periode tahun 1950-1970, fungsi bandara hanya sebagai fasilisator penerbangan
yang melayani jasa air traffic operations dengan menyediakan infrastruktur dan
fasilitas untuk penerbangan. Pada perkembangan periode 1970-1990 bandara
telah mengembangkan operasinya menjadi penyedia layanan penuh bagi masyarakat
pengguna jasa penerbangan dengan menyediakan berbagai layanan publik termasuk
restoran dan tempat belanja. Mulai tahun 1990-an model bisnis bandara
telah bertransformasi dengan menekankan pada pendapatan yang optimal.
Kementerian
Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan seluruh pengelola bandara
internasional, baik PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, maupun Kepala
Bandara Unit Pelaksana Teknis (UPT), untuk segera mengimplementasikan konsep
bandara ramah lingkungan (ecological airport / eco-airport).
Pengelolaan
bandara di Indonesia selain ditangani Departemen Perhubungan, Pemerintah juga
menyerahkan sebagian bandara untuk di kelola PT (Persero) Angkasa
Pura. PT. (Persero) Angkasa Pura adalah sebuah Badan Usaha Milik
Negara di bawah Departemen Perhubungan yang bergerak di bidang pengelolaan dan
pegusahaan bandar udara di Indonesia.
Sesuai
dengan UU No 1 th 2009, mulai tahun ini kewenangan pengelolaan bandar udara
seharusnya sudah diambil alih oleh apa yang disebut sebagai Otoritas
Bandara.Dalam UU ini diatur otoritas bandara paling lama diimplementasikan pada
tahun 2012.Selama ini kewenangan tersebut berada di tangan
AdministraturBandara.
Namun belum sempat hal ihwal otoritas bandara itu
direalisasikan, sudah muncul gagasan untuk menyerahkan pengelolaan bandara
kepada pihak asing. Gagasan Mustafa Abubakar itu terang saja memunculkan
pendapat pro dan kontra.
Konkretnya, menurut Menteri, pemerintah membuka peluang kepada
investor asing untuk mengelola pengembangan Bandar Udara Soekarno-Hatta dengan
membentuk anak perusahaan bersama PT Angkasa Pura II. Menteri menjelaskan,
pemerintah terus mencari investor, baik lokal maupun asing untuk ikut melakukan
pengembangan bandara yang sudah berusia seperempat abad tersebut. "Kami
juga sedang mencari investasi yang besar untuk meningkatkan Bandara
Soekarno-Hatta, dan ini terbuka sekali untuk investor asing," katanya.
Menurut dia, untuk pengembangan, nantinya akan dibentuk anak
perusahaan Bandara Soekarno-Hatta yang akan mengelola kerja sama dengan
investor. Mustafa mengemukakan sejak direksi PT Angkasa Pura (AP) II yang
merupakan pengelola Bandara Soekarno-Hatta dilantik, Kementerian BUMN telah
memberi tugas untuk membuat strategi besar untuk pengelolaan dan peningkatan
bandara tersebut. Direksi AP II sendiri sebagaimana diungkapkan kepada
AVIASI, akan menjadikan bandara yang dikelolanya berkelas dunia.
3.2 Kategori Dan Klasifikasi
3.2.1 Lebih
Kendaraan bermotor Bahasa Dari Udara
Pesawat Buruk Bagus terbang Yang lebih
Kendaraan bermotor Bahasa Dari Udara disebut aerodin ,INI
adalah Yang masuk Dalam, KategoriAutogiro , Helikopter , girokopter Dan Pesawat bersayap Tetap . Pesawat bersayap umumnya Tetap menggunakan Mesin pembakaran Dalam, Yang berupa Mesin
PISTON (Artikel Baru
baling-baling) atau Mesin turbin (jet
atau turboprop) menggerakkan Pesawat untuk menghasilkan dorongan yang, Lalu
pergerakan Udara DI Sayap menghasilkan Gaya Dorong Ke Atas, INI Yang Bisa
membuat Pesawat Buruk Bagus terbang ; Sebagai pengecualian, Pesawat
bersayap Tetap JUGA ADA Yang tidak menggunakan Mesin, misalnya glider, Yang
hanya menggunakan hd gravitasi Dan Arus Udara pana.Helikopter Dan Autogiro
menggunakan Mesin Dan Sayap berputar untuk menghasilkan hd Dorong Ke Atas, Dan
Helikopter JUGA menggunakan Mesin untuk menghasilkan dorongan Ke DEPAN.
3.2.2
Lebih Ringan Bahasa Dari Udara
Pesawat Buruk Bagus terbang Yang lebih
Ringan Bahasa Dari Udara disebut aerostat ,
INI adalah Yang masuk Dalam, Kategori balon DanKAPAL Udara . Aerostat Buruk Bagus terbang untuk menggunakan Gaya
apung DI Udara, seperti Yang digunakan KAPAL Laut untuk mengapung DI Atas udara . Pesawat Buruk Bagus terbang INI umumnya menggunakan
GAS seperti HELIUM , hidrogen , atau Udara Panas untuk menghasilkan Gaya apung
nihil. Perbedaaan balon balon Udara Udara Artikel Baru KAPAL adalah lebih
Udara mengikuti Arus Angin , sedangkan KAPAL Udara memiliki Ke DEPAN Dan SISTEM
SISTEM propulsi untuk dorongan karena kurang.
3.2.3 Kondisi
Perbatasan Indonesia
Ketika berbicara tentang perbatasan
mungkin Yang teringat Oleh kitd hanyalah permasalahan Pulau Sipadan Ligitan
Pulau Dan atau perseteruan di blok Ambalat Yang Sedang
Hangat-hangatnya. Padahal sebenarnya masalah perbatasan Before JUGA sudah
menumpuk Dan telah menjelma menjadi bom waktu Yang SIAP meledak apabila tidak
segera ditangani Artikel Baru Serius. Hal inisial disebabkan secara fisik
Indonesia merupakan `negara terbesarnya kelima di Dunia Dan berbatasan secara
Langsung di laut Artikel Baru 10` negara Tetangga, Dan di Darat Artikel Baru 3
`negara Tetangga. Tentu Saja kitd tidak Boleh Lupa kalau inisial berarti
di Udara kitd berbatasan Artikel Baru 13 `negara atau bahkan mungkin lebih.
Indonesia di Darat berbatasan Artikel Baru Malaysia, Papua
Nugini Dan Timor Larose. Walaupun sudah terdapat diatur dalam
peraturan-diatur dalam peraturan Dan kesepakatan Bersama menyangkut Batas Darat
inisial, Akan tetapi sampai SAAT Suami Masih ADA Saja permasalahan-permasalahan
Yang Muncul. Salah satunya adalah masalah kaburnya perbatasan Artikel Baru
Malaysia di Pulau Kalimantan akibat dirusaknya patok-patok Batas, sehingga
ratusan hektar wilâyah kitd masuk menjadi wilâyah Malaysia [Waluyo, 2005].
Sedangkan untuk wilâyah laut Yang berbatasan Artikel Baru 10
`negara, kondisinya lebih ironis, dimana sebagian baru Negara Kecil Saja Batas
laut Yang telah ditegaskan.Sebagian perbatasan Yang telah dibahas ANTARA Lain
adalah Artikel Baru Malaysia, Singapura, Australia, PNG, Thailand Dan India
[Tarmansyah 2003]. * Menurut Data Bahasa Dari DEPARTEMEN Kelautan Dan
Perikanan, Indonesia memiliki 92 Pulau terluar Yang tersebar di 19
provinsi. Sebanyak 67 Pulau di antaranya berbatasan Langsung Artikel Baru
`negara Lain Dan 12 Pulau di antaranya rawan diklaim Oleh` negara Lain [Husodo,
2005].
Kondisi Demografi daerah adalah perbatasan JUGA Ulasan Sangat
memprihatinkan, dimana sebagian daerah adalah perbatasan Indoensia berpenghuni
sehingga Ulasan Sangat tidak untuk dicaplok rawan diam-DIAM Oleh pihak mata
uang. Selain ITU keadaan INI menjadikan gangguan bahasa Dari Barang-Barang
Yang Luar seperti penyelundupan senjata API dilindungi Ulasan Sangat sampai Dan
Obat bius rawan terjadi. Kawasan berpenghuni pun-Kawasan Yang tidak luput
Bahasa Dari berbagai masalah. Seperti Yang terjadi di Kalimantan, dimana
kemiskinan akibat keterisolasian Kawasan menjadi pemicu tingginya keinginan
'masyarakat setempat menjadi pelintas Batas Ke Malaysia. Hal inisial
Ulasan Sangat manusiawi apabila melihat perbatasan `negara Tetangga nihil telah
dikelilingi Oleh jalan hotmix Yang mulus, Artikel Baru lampu jalan Yang Terang
benderang, Dan pendapatan Penduduk Yang CUKUP Tinggi, Serta Bangunan Yang
teratur layaknya sebuah kota [Hamid, 2002].
Menyadari kenyataan nihil Maka untuk menangani masalah
perbatasan Suami tidak CUKUP hanya mengandalkan pendekatan keamanan Artikel
Baru (pendekatan keamanan), tetapi harus ditunjang JUGA Artikel Baru pendekatan
kesejahteraan Dan Pembangunan (kemakmuran / pengembangan
pendekatan). Salah Satu solusinya adalah ketersediaan Transportasi Udara
Yang tepat Dan dikelola Artikel Baru BAIK sehingga dapat berfungsi sebagai
Maksimal Sarana penghubung, katalis Pembangunan Dan sekaligus sebagai Media
penunjang keamanan Dan Integrasi Bangsa.
3.2.4 Kenapa
Harus Transportasi Udara?
Sebagaimana Transportasi FUNDS
umumnya, Transportasi Udara mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai Unsur
penunjang (sektor pelayanan) Dan Unsur pendorong (mempromosikan sektor)
[Abubakar, 2000]. Peran Transportasi Udara sebagai Unsur penunjang dapat
dilihat Bahasa Dari kemampuannya menyediakan Jasa Transportasi Yang efektif Dan
pengerjaannya efisien untuk memenuhi kebutuhan sektor perikanan Lain, sekaligus
berperan JUGA Dalam, menggerakan Dinamika Pembangunan.
Pendapat selama Suami Yang mengatakan
bahwa Wesel Yang dikeluarkan apabila menggunakan Transportasi Udara Ulasan
Sangat Besar, SAAT inisial sudah terjawab Artikel Baru munculnya
maskapai-maskapai baru Negara Yang menawarkan layanan Transportasi Udara Yang
prima Artikel Baru daftar harga Yang Ulasan Sangat kompetitif. Malahan
apabila dilihat Bahasa Dari Teori Ekonomi Fakta Yang Muncul Bisa
sebaliknya. Hal ini dikarenakan Transportasi Udara khususnya Pesawat Buruk
Bagus terbang mampu memberikan value per share tambah berupa kecepatan,
CORPORINDO Yang lebih CEPAT Dan sehingga memungkinkan peredaran tentunya hal
ini berarti penekanan wesel produksi
[www.flytrain.web.id/index.php?lang=indo].
Sedangkan sebagai Unsur pendorong,
Transportasi Udara JUGA sudah Terbukti mampu menjadi Jasa Transportasi Yang
efektif untuk membuka daerah adalah terisolasi Dan JUGA melayani daerah
adalah-daerah adalah Dan Pulau-Pulau terpencil. Tersedianya Transportasi
Yang dapat menjangkau daerah adalah termasuk pelosok Yang ADA di perbatasan
sudah Pasti dapat memicu produktivitas Penduduk setempat, sehingga akhirnya
Akan meningkatkan penghasilan seluruh rakyat Dan tentunya JUGA pendapatan
pemerintah.
Perkembangan Pembangunan di daerah adalah perbatasan secara
tidak Langsung Akan menciptakan efek mutiplier Yang positif, seperti pemerataan
Penduduk, penciptaan Lapangan Koperasi Karyawan Bhakti Samudera baru Negara
Serta Stabilitas Dan keutuhan wilâyah. Kita seharusnya dapat Belajar
Bahasa Dari pengalaman pahit lepasnya P. Sipadan Dan P. Ligitan Ke
Tangan Malaysia. Bahasa Dari penjelasan Media diketahui bahwa ICJ / MI
Dalam, mengambil keputusan mengenai statusnya Akhir kedua Pulau nihil ternyata
tidak menggunakan materi Hukum UMUM Yang diajukan Oleh Indonesia maupun
Malaysia. Yang digunakan adalah kaidah Artikel Baru menggunakan kriteria
pembuktian Lain, kehadiran yaitu terus menerus, pekerjaan yang efektif,
pemeliharaan dan pelestarian ekologi.Kemenangan Malaysia dikarenakan kedua
Pulau nihil secara LOKASI memang tidak begitu JAUH bahasa Dari Malaysia Dan
ditambah Lagi Artikel Baru adanya Fakta bahwa Malaysia telah MEMBANGUN beberapa
prasarana Pariwisata di kedua Pulau nihil [Djalal, 2003]
Adapun Peran Transportasi Udara Langsung Dalam, masalah
pertahanan keamanan Dan JUGA Ulasan Sangat BANYAK. Salah satunya adalah
digunakannya radar penerbangan Sipil untuk membantu radar Militer Yang SAAT
Suami belum mampu mengawasi seluruh wilâyah Udara Indonesia. Selain ITU,
walaupun Masih diperdebatkan tetapi secara Teori memungkinkan Pesawat Sipil
untuk memiliki fungsi ganda sebagai Alat Transportasi Biasa Dan sekaligus sebagai
Pesawat pengintai atau Patroli tidak Tetap. Frekuensi penerbangan Pesawat
Sipil Yang Ulasan Sangat Tinggi, dapat dimamfaatkan untuk melaporkan keadaan
Udara, Darat Dan bahkan laut.
3.2.5 Upaya
Memaksimalkan Peran Transportasi Udara
Peran Transportasi Udara Yang Ulasan
Sangat Besar inisial tentu Saja hanya dapat diperoleh Artikel Baru dukungan
berbagai pihak. Sudah saatnya Transportasi Udara menjadi Prioritas Utama
Dalam, upaya meningkatkan pelayanan prasarana Transportasi Dan KOMUNIKASI di
daerah adalah daerah adalah-perbatasan. Penulis Yakin bahwa BANYAK
investor Yang Dalam, Hal inisial pengusaha Transportasi Udara Yang Berminat
membuka jalur penerbangannya Ke-daerah adalah daerah adalah perbatasan apabila
faktor kebutuhannya JUGA TERSEDIA.
Faktor kebutuhan Yang sudah Pasti
dimaksud Disini adalah tersedianya Lapangan Buruk Bagus terbang memadai Serta
berjalannya usaha atau kegiatan atau Ekonomi Yang seperti Pariwisata Before
memungkinkan adanya kebutuhan Transportasi Bahasa Dari Dan Yang Ke daerah adalah
nihil. kemauan pemerintah Dan Yang tidak Kalah Penting adalah sebagai
pengambil keputusan untuk mengeluarkan kebijakan Yang tepat-kebijakan
menyangkut Transportasi Udara. Seluruh Potensi ekonomi biaya tinggi di
sektor perikanan Transportasi Udara harus dievaluasi Dan dibenahi. KARENA
kalau tidak, Maka percuma Saja langkah efisiensi Yang mati-matian dilakukan
Oleh pelaku kotor (Pikiran Rakyat, 28 Juli 2003).
Selain ITU JUGA Perlu dikaji Dan
diteliti kemungkinan Lain berupa Inovasi-Inovasi Dalam, Transportasi
Udara. Inovasi Disini tidak hanya menyangkut Pembuatan Pesawat sebagaimana
Yang dilakukan Oleh IPTN, namun lebih Luas Bahasa Dari ITU JUGA termasuk
didalamnya adalah Pembuatan roadmap penerbangan Dalam, Negeri Yang dapat
menciptakan efisiensi Dan keteraturan penerbangan pendidikan
nasional. Dalam, hubungannya Artikel Baru daerah adalah-daerah adalah
perbatasan dapat dilakukan JUGA Pengkajian secara Ekonomi untuk menggunakan
Sarana Transportasi Udara alternatif seperti misalnya seaplane atau Yang lebih dikenal
Artikel Baru Pesawat amphibi untuk Transportasi Bahasa Dari Dan Ke Pulau-Pulau
Kecil.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Dalam industri pelayaran, ataupun transportasi
Laut dan udara yang merupakan bagian yang terkait dengan penunjang kehidupan
manusia terutama dalam hal transportasiharuslah benar-benar memadai dan menjaga
kenyamanan dan kepuasan dari penumpang. Karena itu, upaya peningkatan daya
saing pada aspek yang relevan perlu dilakukan secara simultan. Aspek relevan
tersebut meliputi : Pembenahan administrasi dan manajemen pemerintahan di laut
dan udara, termasuk keselamatan dan keamanan Laut maupun udara serta
perlindungan laut dan kawasan Bandar udara.
Power Point dapat dilihat pada link berikut
https://drive.google.com/file/d/1Ivocdr52WFSu9PCqqBj-u5hiT5bc5Xdd/view?usp=sharing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar