Masalah Komunikasi Organisasi Beserta Solusinya
dibidang Teknik Sipil
1. Pengertian
Organisasi adalah sarana dalam pencapaian tujuan,
yang merupakan wadah kegiatan dari orang-orang yang bekerja sama
dalam usahanya mencapai tujuan. Keberadaan suatu organisasi sangat
dipengaruhi oleh beberapa aspek diantaranya penyatuan visi dan misi serta
tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut
terhadap masyarakat.
Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa
orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan
informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain".
Komunikasi organisasi adalah
pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal
maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal
adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya
berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam
organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam
organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat
resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara
sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya
secara individual.
2. Organisasi dan komunikasi
Istilah
organisasi berasal dari bahasa Latin organizare, yang secara harafiah berarti
paduan dari bagian-bagian yang satu sama lainnya saling bergantung. Di antara
para ahli ada yang menyebut paduan itu sistem, ada juga yang menamakannya
sarana.
Everet
M.Rogers dalam bukunya Communication in Organization, mendefinisikan organisasi
sebagai suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai
tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan, dan pembagian tugas.
Robert
Bonnington dalam buku Modern Business: A Systems Approach, mendefinisikan
organisasi sebagai sarana dimana manajemen mengoordinasikan sumber bahan dan
sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang.
Korelasi
antara ilmu komunikasi dengan organisasi terletak pada peninjauannya yang
terfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi
itu. Ilmu komunikasi mempertanyakan bentuk komunikasi apa yang berlangsung
dalam organisasi, metode dan teknik apa yang dipergunakan, media apa yang
dipakai, bagaimana prosesnya, faktor-faktor apa yang menjadi penghambat, dan
sebagainya.
Lalu pernahkah anda mengalami masalah komunikasi di
dalam sesebuah organisasi? Atau mengalami gangguan komunikasi antara pihak
atasan dan pekerja? Masalah komunikasi penyakit berjangkit di tempat kerja dan
sebagainya. Puncak berlakunya masalah komunikasi ini mungkin kerana gaya
kepimpinan sesebuah organisasi itu sendiri atau kurangnya kemahiran
berkomunikasi. Gaya kepimpinan yang lemah akan menyebabkan proses
komunikasi yang lebih terbuka akan tebantut. Manakala kelemahan kemahiran
interpersonal turut menjadi ‘penyakit’ sebagai pembunuh senyap kepada
pembangunan sesebuah organisasi itu sendiri.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya
masalah komunikasi dalam kelompok
a. Masalah dalam Mengembangkan pesan
Sumber masalah dalam mengembangkan suatu pesan adalah dalam memformulasikan suatu pesan. Masalah dalam mengembangkan suatu pesan seperti munculnya keraguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yang ada atau masih asing dengan audiens, adanya pertentangan emosional atau kesulitan dalam mengekspresikan ide atau gagasan. Jika sesorang menglami keraguan dalam menyampaikan suatu pesan maka ada keendrungan seseorang akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan pesan lebih lanjut. Jika seseorang gagal dalam mengembangkan pesan, proses komunikasi akan dimulai dengan sesuatu yang salah, yang pada akhirnya akan membawa kegagalan yang berkelanjutan.
a. Masalah dalam Mengembangkan pesan
Sumber masalah dalam mengembangkan suatu pesan adalah dalam memformulasikan suatu pesan. Masalah dalam mengembangkan suatu pesan seperti munculnya keraguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yang ada atau masih asing dengan audiens, adanya pertentangan emosional atau kesulitan dalam mengekspresikan ide atau gagasan. Jika sesorang menglami keraguan dalam menyampaikan suatu pesan maka ada keendrungan seseorang akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan pesan lebih lanjut. Jika seseorang gagal dalam mengembangkan pesan, proses komunikasi akan dimulai dengan sesuatu yang salah, yang pada akhirnya akan membawa kegagalan yang berkelanjutan.
b.
Masalah dalam Menyampaikan Pesan
Masalah yang paling jelas disini adalah faktor fisik seperti kesalahan pada sambungan kabel pada sound system, kualitas suara yang kurang baik, lampu yang tiba-tiba padam, salinan surat yang tak terbaca dan lain-lain. Masalah lain dalam menyampaikan suatu pesan adalah bila dua buah pesan yang disampaikan mempunyai arti yang saling berlawanan atau bermakna ganda. Masalah serupa juga akan muncul jika pesan disampaikan melalui saluran penghubung yang cukup panjang.
Masalah yang paling jelas disini adalah faktor fisik seperti kesalahan pada sambungan kabel pada sound system, kualitas suara yang kurang baik, lampu yang tiba-tiba padam, salinan surat yang tak terbaca dan lain-lain. Masalah lain dalam menyampaikan suatu pesan adalah bila dua buah pesan yang disampaikan mempunyai arti yang saling berlawanan atau bermakna ganda. Masalah serupa juga akan muncul jika pesan disampaikan melalui saluran penghubung yang cukup panjang.
c.
Masalah dalam Menerima Pesan
Masalah yang muncul dalam menerima suatu pesan antara lain adanya persaingan antara penglihatan dengan suara, kursi yang tidak nyaman, lamou yang kurang terang, dan kondisi lain yang dapat mengganggu konsentrasi penerima. Masalah lain juga bisa muncul akibat kondisi kesehatan yang kurang baik.
Masalah yang muncul dalam menerima suatu pesan antara lain adanya persaingan antara penglihatan dengan suara, kursi yang tidak nyaman, lamou yang kurang terang, dan kondisi lain yang dapat mengganggu konsentrasi penerima. Masalah lain juga bisa muncul akibat kondisi kesehatan yang kurang baik.
3. Masalah dalam Menafsirkan Pesan Masalah yang muncul dalam menafsirkan isi pesan disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
a. Perbedaan Latar Belakang Bila pengalaman hidup
penerima secara mendasar berbeda dengan pengirim pesan, komunikasi menjadi
semakin sulit. Perbedaan usia, pendidikan, jenis kelamin, status sosial,
kondisi ekonomi, latar belakang budaya, tempramen, kesehatan, popularitas
ataupun agama dapat mempersulit atau mengganggu proses komunikasi.
b. Perbedaan Penafsiran Kata Perbedaan penafsiran kata
sering terjadi karena majemuknya latar belakang budaya yang ada.
c. Perbedaan Reaksi Emosional Seseorang mungkin
bereaksi secara berbeda terhadap kata yang sama pada keadaan yang berbeda.
Suatu pesan yang jelas dapat diterima di suatu kondisi akan dapat membingungkan
dalam situasi yang berbeda. Hal ini tergantung pada hubungan emosional antara
penerima dengan pengirim pesan. Setiap pesan paling tidak mengandung dua hal
yaitu dalam artian isi yang berkaitan dengan subjek suatu pesan dan dalam
artian hubungan yang memberikan sifat suatu interaksi antara pengirim dan
penerima pesan.
Adapun faktor
hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi dapat dibagi dalam 3
jenis, yaitu:
a) Hambatan Teknis
a) Hambatan Teknis
Hambatan ini timbul karena lingkungan dan
memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan
pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi,
akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi
dan sistem informasi, sehingga saluran komunikasi dan media komunikasi dapat
diandalkan serta lebih efisien.
b) Hambatan
Semantik
Gangguan ini menjadi hambatan dalam proses
penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantik disini adalah
studi atas pengertian yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang
jelas akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi. Untuk
menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih
kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta
melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap
kata-kata yang digunakannya.
c) Hambatan
Manusiawi
Hambatan ini muncul dari masalah-masalah pribadi
yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator
maupun komunikan. Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup :
a) Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti
perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan ,
pencarian informasi, dan penyaringan informasi.
b) Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau
lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai
yang dianut. Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen
(dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan
Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia
yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.
Dalam
lingkup organisasi tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang
ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan
manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat dan dapat didefinisikan
sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan
bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit
komunikasi dalam hubungan hierarchies anatara satu dengan lainnya dan berfungsi
dalam suatu lingkungan. Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau
informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam
struktur (jenjang/level) dan sistem organisasi yang kondusif. Dalam kegiatan
organisasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif, yaitu agar
pihak lain mengerti dan tahu, tetapi juga haruslah persuasif, agarpihak lain
bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan
atau kegiatan.
Dalam proses
komunikasi, semua pesan atau informasi yang dikirim akan diterima dengan
berbagai perbedaan oleh penerima pesan/informasi , baik karena perbedaan latar
belakang, persepsi, budaya maupun hal lainnya. Untuk itu, suatu pesan atau
informasi yang disampaikan hendaknya memenuhi 7 syarat atau dikenal juga dengan
7 C, yaitu :
1) Completeness (Lengkap)
Suatu pesan atau informasi dapat dikatakan lengkap,
bila berisi semua materi yang diperlukan agar penerima pesan dapatmemberikan
tanggapan yang sesuai dengan harapan pengirim pesan.
2) Conciseness
(Singkat)
Suatu pesan dikatakan concise bila dapat
mengutarakan gagasannya dalam jumlah kata sekecil mungkin (singkat, padat
tetapi jelas) tanpa mengurangi makna, namun tetep menonjolkan gagasannya.
3) Consideration
(Pertimbangan)
Penyampaian pesan hendaknya menerapkan empati
dengan pertimbangan dan mengutamakan penerima pesan.
4) Concreteness
(Konkrit)
Penyampaian pesan hendaknya disampaikan dengan
bahasa yang gamblang, pasti, dan jelas
5) Clarity
(Kejelasan)
Pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang
mudah dimengerti dan mudah diinterpretasikan serta memiliki makna yang jelas.
6) Courtessy
(Kesopanan)
Pesan disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang
sopan, akan memupuk hubungan baikdalam komunikasi bisnis.
7) Correctness
(Ketelitian)
Pesan hendaknya dibuat dengan teliti dan menggunakan tata bahasa, tanda
baca, dan ejaan yang benar (formal atau resmi).
4. Cara
Mengatasi Masalah Komunikasi Dalam Perusahaan atau Sebuah Organisasi
Didalam
hubungan komunikasi di suatu lingkungan kerja atau perusahaan konflik antar
individu akan sering terjadi. Konflik yang sering terjadi biasanya adalah
karena masalah kominikasi yang kurang baik. Sehingga cara mengatasi konflik
dalam perusahaan harus benarbenar dipahami management inti dari perusahaan,
untuk meminimalisir dampak yang timbul.
Permasalahan
atau konflik yang terjadi antara karyawan atau karyawan dengan atasan yang
terjadi karena masalah komunikasi harus di antisipasi dengan baik dan dengan
system yang terstruktur. Karena jika masalah komunikasi antara atasan dan bawahan
terjadi bias-bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya mogok kerja,
bahkan demo.Untuk mensiasati masalah ini bisa dilakukan dengan berbagai cara.
a) Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi
kesalahan dalam komunikasi. Misalnya, dengan membuat papan pengumungan atau
pengumuman melalui loudspeaker.
b) Buat komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan
menjadi lancer dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin, karena dengan
komunikasi yang dua arah dan intens akan mengurangi masalah di lapangan
c) Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan
dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap
individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal komunikasi.
Oleh karena itu, kita perlu mengikuti kiat
mempelajari keterampilan berkomunikasi, yaitu:
a) Harus menyadari mengapa keterampilan komunikasi
penting dikuasai dan apa manfaatnya bagi kita.
b) Harus memahami arti ketrampilan berkomunikasi dan
bentuk-bentuk perilaku komponennya yang perlu kita kuasai untuk mewujudkan
keterampilan itu
c) Harus rajin mencari atau menemukan situasi-situasi
dimana kita dapat mempraktikkan ketrampilan tersebut.
d) Tidak boleh segan atau malu meminta bantuan orang
lain untuk memantau usaha kita serta memberikan penilaian tentang kemajuan yang
sudah kita capai maupun kekurangan yang masih kita miliki
e) Tidak boleh bosan belajar atau berlatih.
Keterampilan berkomunikasi tersebut harus kita praktekkan terus menerus.
f) Keseluruhan latihan tersebut harus kita bagi dalam
satuan-satuan atau bagian-bagian tertentu, agar setiap kali dapat kita rasakan
keberhasilan usaha kita. Misalnya, berlatih membangun sikap percaya,
mengungkapkan pikiran secara jelas, mendengarkan dan sebagainya.
g) Akan sangat menolong bila kita dapat menemukan
teman yang dapat kita ajak sebagai lawan berlatih.
h) Keterampilan berkomunikasi dengan seluruh komponen
atau bagiannya teresbut harus terus menerus kita latih dan pratikkan, sampai
akhirnya menjadi bagian dari diri kita.
Daftar Pustaka
Applbaum, Ronald L, 1974, Strategies for Persuasive
Communication, Charles E. Merril
Publishing Company, Columbus, Ohio.
Effendy, 1989, Kamus Komunikasi, Mandar Maju, Bandung.
Publishing Company, Columbus, Ohio.
Effendy, 1989, Kamus Komunikasi, Mandar Maju, Bandung.
https://rezafirdaus2009.wordpress.com/2012/11/12/permasalahan-yang-muncul-dalam-organisasi-dan-solusi-pemecahannya/
http://andreanwilianto12.blogspot.co.id/2012/09/cara-mengatasi-masalah-dalam-organisasi.html
https://taniakharismaya.wordpress.com/2015/03/17/memperbaiki-komunikasi-dalam-organisasi/
Penjelasan apa itu komunikasi dan
peranan nya di dalam kegiatan Teknik Sipil
A. Pengertian Komunikasi
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication” secara
etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus,
dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini
memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang
memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya
proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia.
Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai
komunikasi manusia yaitu:
Human communication is the process through which
individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to
and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah
proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok,
organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi
dengan lingkungan satu sama lain.
1. Proses Komunikasi
Proses
dalam komunikasi adalah bagaimana seseorang mengekspresikan perasaan, hal-hal
yang berlawanan / kontradiktif ataupun yang sama / selaras meliputi proses
merangkai, mencerna, dan mempertukarkan informasi. Menurut Bovee dan Thill,
proses komunikasi terdiri atas enam tahap, yaitu:
- Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan
- Pengirim mentransformasi ide tersebut menjadi suatu pesan
- Pengirim menyampaikan pesan kepada penerima
- Penerima menerima pesan
- Penerima menafsirkan pesan
- Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim
Proses
komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada
penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Tahapan
proses komunikasi adalah sebagai berikut:
· Penginterpretasian
Hal yang
diinterpretasikan adalah motif komunikasi dalam diri komunikator. Artinya,
proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga
akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikirkan dan
rasakan ke dalam pesan (masih dalam keadaan abstrak). Proses penerjemahan motif
komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.
· Penyandian (Encoding)
Pesan
yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan kedalam kata-kata dan kalimat ataupun
lambang komunikasi komunikasi lainnya. Dalam hal ini akal budi manusia
berfungsi sebagai encoder yaitu mengubah pesan yang abstrak menjadi konkret.
Yang dimaksud dengan konkret adalah pesan tersebut jelas, bermakna, dan dapat
diterima sesuai harapan komunikator tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
· Pengiriman (Transmitting)
Proses
ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim pesan
yang telah berbentuk konkret dengan peralatan fisik / jasmaniah, misalnya
peralatan komunikasi radio atau seluler.
· Perjalanan
Tahapan
ini terjadi antara komunikator dan komunikan, dimulai sejak pesan dikirim
hingga pesan tersebut diterima oleh komunikan. Dalam tahap ini ada kemungkinan
terjadi noise atau gangguan yang dapat mempengaruhi penyampaian pesan secara
keseluruhan. Pemilihan media komunikasi yang baik akan mengurangi risiko tidak
tersampaikannya pesan kepada penerima. Gangguan dapat berupa kesalahan teknis,
lingkungan yang tidak mendukung (misalnya berisik) dan gangguan aktif (misalnya
sabotase dan penyadapan).
· Penerimaan
Tahapan
ini ditandai dengan komunikan menerima pesan yang telah dikirimkan.
· Penyandian Balik (Decoding)
Tahap ini
terjadi pada diri komunikan sejak pesan diterima dan dipahami maksudnya.
Setelah
kesatuan proses ini selesai, proses komunikasi dapat berulang kembali apabila
komunikan memutuskan untuk mengirim pesan balasan ataupun umpan balik.
1. Konseptual Komunikasi
Deddy Mulyana (2005:61-69)
mengkategorikan definisi-definisi tentang komunikasi dalam tiga konseptual yaitu:
· Komunikasi sebagai tindakan satu arah.
Suatu pemahaman komunikasi
sebagai penyampaian pesan searah dari seseorang (atau lembaga) kepada seseorang
(sekelompok orang) lainnya, baik secara langsung (tatap muka) ataupun melalui
media, seperti surat (selebaran), surat kabar, majalah, radio, atau
televisi. Beberapa definisi komunikasi dalam konseptual tindakan satu arah:
a. Everet M. Rogers: komunikasi adalah proses dimana suatu ide
dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk
mengubah tingkah laku.
b. Gerald R. Miller: komunikasi terjadi ketika suatu sumber
menyampaikan suatu pesan kepada penerima dengan niat yang disadari untuk
mempengaruhi perilaku penerima.
- Komunikasi sebagai interaksi.
Pandangan ini menyetarakan
komunikasi dengan suatu proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya
bergantian. Seseorang menyampaikan pesan, baik verbal atau nonverbal, seorang
penerima bereaksi dengan memberi jawaban verbal atau nonverbal, kemudian orang
pertama bereaksi lagi setelah menerima respon atau umpan balik dari orang
kedua, dan begitu seterusnya.
- Komunikasi sebagai transaksi.
Pandangan ini menyatakan bahwa
komunikasi adalah proses yang dinamis yang secara sinambungan mengubah
phak-pihak yang berkomunikasi. Berdasrkan pandangan ini, maka orang-orang yang
berkomunikasi dianggap sebagai komunikator yang secara aktif mengirimkan dan
menafsirkan pesan. Setiap saat mereka bertukar pesan verbal dan atau pesan
nonverbal. Beberapa definisi yang sesuai dengan konsep transaksi:
a. Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss: Komunikasi adalah proses
pembentukan makna di antara dua orang atau lebih.
b. Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson: Komunikasi adalah proses
memahami dan berbagi makna.
2. Fungsi Komunikasi
William I. Gorden
(dalam Deddy Mulyana, 2005:5-30) mengkategorikan fungsi komunikasi
menjadi tiga,
yaitu:
a. Sebagai
komunikasi sosial : Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya
mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita,
aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan,
terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang
bersifat menghibur, dan memupuk hubungan hubungan orang lain. Melalui
komunikasi kita bekerja sama dengan anggota masyarakat (keluarga, kelompok
belajar, perguruan tinggi, RT, desa, ..., negara secara keseluruhan) untuk
mencapai tujuan bersama.
b. Sebagai komunikasi ekspresif : Komunikasi
berfungsi untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan-perasaan
tersebut terutama dikomunikasikan melalui pesan-pesan nonverbal. Perasaan
sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, takut, prihatin, marah dan
benci dapat disampaikan lewat kata-kata, namun bisa disampaikan secara lebih
ekpresif lewat perilaku nonverbal. Seorang ibu menunjukkan kasih sayangnya
dengan membelai kepala anaknya. Orang dapat menyalurkan kemarahannya dengan
mengumpat, mengepalkan tangan seraya melototkan matanya, mahasiswa memprotes
kebijakan penguasa negara atau penguasa kampus dengan melakukan demontrasi.
c. Sebagai
komunikasi ritual : Suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan
sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut para antropolog sebaga rites
of passage, mulai dari upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun,
pertunangan, siraman, pernikahan, dan lain-lain. Dalam acara-acara itu orang
mengucapkan kata-kata atau perilaku-perilaku tertentu yang bersifat simbolik.
Ritus-ritus lain seperti berdoa (salat, sembahyang, misa), membaca kitab suci,
naik haji, upacara bendera (termasuk menyanyikan lagu kebangsaan), upacara
wisuda, perayaan lebaran (Idul Fitri) atau Natal, juga adalah komunikasi
ritual.
3. Ragam Tingkatan Komunikasi atau Konteks Konteks Komunikasi
Secara umum ragam tingkatan
komunikasi adalah sebagai berikut:
- Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) yaitu komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang yang berupa proses pengolahan informasi melalui panca indera dan sistem syaraf manusia.
- Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dengan corak komunikasinya lebih bersifat pribadi dan sampai pada tataran prediksi hasil komunikasinya pada tingkatan psikologis yang memandang pribadi sebagai unik. Dalam komunikasi ini jumlah perilaku yang terlibat pada dasarnya bisa lebih dari dua orang selama pesan atau informasi yang disampaikan bersifat pribadi
- Komunikasi kelompok (group communication) yaitu komunikasi yang berlangsung di antara anggota suatu kelompok. Menurut Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam Sendjaja,(1994) memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagi informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.
- Komunikasi organisasi (organization communication) yaitu pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005:52).
- Komunikasi massa (mass communication). Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media massa cetak atau elektrolik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.
A. Peranan Komunikasi dalam Kegiatan Teknik Sipil
Keberhasilan komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan
oleh kesamaan pemahaman antara-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi.
Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian
pesan, perilaku komunikasi, dan situasi (tempat dan waktu) komunikasi.
Komunikasi organisasi atau suatu kegiatan biasanya menggunakan kombinasi cara
berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya
peyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas.
Secara empiris, pemahaman orang perihal sesuatu hal akan lebih mudah
diserap dan dipahami jika sesuatu tersebut diperlihatkan dibanding
hanya diperdengarkan atau dibacakan. Dan akan lebih baik lagi hasilnya jika
sesuatu yang dikomunikasikan tersebut, selain diperlihatkan juga sekaligus
dipraktikkan. Hasil studi tentang perilaku dalam kegiatan atau organisasi
dalam bidang teknik sipil menunjukkan fakta bahwa kemampuan berkomunikasi
merupakan unsur pokok di antara berbagai faktor personal yang diperlukan untuk
mempromosikan menejemen organisasi atau mengatasi konflik menejemen. Dengan
kata lain, kemampuan berkomunikasi efektif sekaligus juga merupakan salah satu
ciri mutu SDM karyawan. Istilahnya, komunikasi efektif dalam suatu organisasi
dapat diumpamakan seperti darah dalam tubuh dan kunci
kesuksesan.
Keberhasilan komunikasi juga sangat ditentukan oleh adanya efektivitas dalam
komunikasi antar sesama engineer dalam bidang teknik sipil. Seperti halnya
jenis komunikasi lainnya ditentukan beberapa hal :
- Persepsi
Komunikator
harus dapat memprediksi apakah pesan yang disampaikan dapat diterima komunikan.
- Keberhasilan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Salah
satu faktor keberhasilan komunikasi bisnis dalam penggunaan teknologi informasi
dan komunikasi yaitu adanya proses integrasi informasi menyangkut ketersediaan
komunikasi data yang tepat guna. Ini mencakup beberapa faktor antara lain,
pertama, cakupan (range) produk jasa komunikasi data yang dimiliki. Dengan
adanya hirarki, jenis, dan besar kecilnya manufaktur mempunyai perbedaan
karakteristik sistem informasi yang dibutuhkan sehingga diperlukan jenis
layanan komunikasi yang berbeda pula. Kedua, Coverage. Diperlukan provider
yang dapat menyediakan layanan di lokasi manapun mengingat lokasi manufaktur
yang menyebar dan terkadang di daerah yang terpencil (rural area). Ketiga,
unjuk kerja (performansi). Performansi yang tinggi merupakan syarat utama agar
komunikasi selalu dapat dilakukan. Keempat,Biaya. Faktor biaya menjadi salah
satu faktor yang perlu dipertimbangkan agar efisiensi tetap dapat ditingkatkan.
Tujuan
dari Komunikasi dalam Kegiatan di dunia Teknik Sipil
Secara
umum, ada tiga tujuan nya yaitu :
1.
Memberi Informasi
Tujuan
pertama adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia proyek kepada
pihak lain, contoh seorang pemimpin perusahaan ingin mendapatkan pegawai yang
diharapkan, maka dia memasang iklan melalui mass media, memasang website/situs
di jalur internet, dalam hal ini setiap media mempunyai kelebihan dan
kekurangan dilihat dari jangkauan dan biayanya, untuk itu harus memilih media
mana yang akan dipilih dan itu tergantung pada kebijakan perusahaan dengan
melihat kemampuan internal perusahaan tersebut.
2.
Memberi Persuasi
Tujuan
kedua adalah memberikan persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan
dapat dipahami dengan baik dan benar, hal ini sering dilakukan terutama yang
berkaitan dengan penegasan konfirmasi kepada konsumen atau negoisasi dengan
client, agar kedua pihak memperoleh manfaat secara bersama-sama tanpa ada yang
merasa dirugikan.
3.
Melakukan Kolaborasi
Tujuan
ketiga adalah melakukan kolaborasi, atau kerjasama antara seseorang dengan
orang lain, melalui jalinan komunikasi bisnis suatu proyek akan tersebut
seseorang dapat dengan mudah melakukan kerja sama, saat sekarang seiring dengan
pesatnya kemajuan teknologi komunikasi maka seseorang dapat menggunakan
berbagai media telekomunikasi seperti telpon, faksimile, telpon seluler,
internet surat elektronik, teleconference. Teknologi komunikasi tersebut sangat
penting artinya dalam pererat kerjasama apalagi dalam dunia proyek yang
melakukan hubungan kerja dengan banyak pihak.
Umpan
Balik dan Bentuk-Bentuknya
Dalam
melakukan komunikasi, terdapat 2 manfaat secara umum yang dapat diperoleh 2
manfaat tersebut adalah;
- Manfaat Eksternal
Komunikasi
bisnis dengan pihak ketiga yang efektif membawa dampak positif dalam
keberhasilan usaha proyek proyek dan upaya membangun citra perusahaan di
mata masyarakat. Contohnya: laporan, brosur yang di buat secara
profesional dapat meningkatkan citra perusahaan.
Komunikasi
bisnis yang tidak efektif yaitu sangat mahal biaya nya, menurunkan cita
perusahaan, memboroskan jam kerja dan menjauhkan pelanggan.
- Manfaat Internal
Kemampuan
berkomunikasi secara efektif menunjang karir eksekutif perusahaan.
8 hal
yang menjadi pertimbangan mempromosikan jenjang karir eksekutif;
a).
Kemampuan bekerja keras
b).
Kemampuan manajemen
c).
Kepercayaan diri
d).
Kemempuan mengambil keputusan yang sehat
e). Latar
belakang akademis
f).
Mempunyai ambisi untuk maju
g).
Kemampuan berkomunikasi secara efektif
h).
Berpenampilan menarik
Referensi:
https://gpraz.xyz/blog/2017/peran-komunikasi-dalam-organisasi
http://adiprakosa.blogspot.co.id/2008/09/pengertian-komunikasi.html
Arifin, Bey, 2005. Pengaruh Faktor-Faktor Kepuasan Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi. Vol. 2 No. 1 Januari 2005.
Effendy, Onong Uchjana, Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta:Grasindo.Rosdakarya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar